StatCount

14 December 2012

The Ultimate Seven Base Camp of The Seven Summits of The World - Aconcagua, Argentina


Pesona Anggur Di Negeri Penjaga Batu

Karena keganasan gunung ini, dua nyawa tercatat menjadi korban dalam sejarah pendakian Indonesia. Akibatnya, ekspedisi pendakian pertama Gunung Aconcagua yang diprakarsai Mapala UI di tahun 1992 pun gagal. Pada tahun berikutnya dua pendaki dari Mapala UI berhasil mendaki hingga puncak. Lalu pada tahun 2011 satu pendaki dari organisasi yang sama juga berhasil menggapai Aconcagua. Tidak hanya Mapala UI, Tim Ekspedisi Seven Summits TV One juga harus pulang dengan tangan kosong di tahun 2010. Mahitala Unpar juga harus berjuang keras untuk mencetak sejarah di gunung ini. Dari dua tim yang diberangkatkan pada tahun 2008 hanya satu orang yang berhasil mencapai puncaknya. Pada tahun 2011, dari total enam orang yang tergabung dalam ISSEMU 2009-2011 (termasuk dua orang tim pendukung), satu orang gagal mencapai puncak. Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Benua-Wanadri cukup beruntung dalam pertempuran menghadapi Aconcagua. Dari enam summiteers yang mendaki, hanya satu orang yang tidak diperbolehkan melanjutkan pendakian karena alasan kesehatan.

Beberapa pihak menyebutnya Gunung Setan (The Devil’s Mountain) karena keganasan cuacanya yang tidak bisa diprediksi bahkan di saat musim pendakian sekalipun. Nama Aconcagua kemungkinan besar berasal dari Bahasa Arauca yaitu Aconca-Hue yang secara harafiah dapat diartikan sebagai Comes From The Other Side, atau mengacu pada bahasa Quechua, Ackon Cahuak yang berarti Stone Sentinel (Penjaga batu). Aconcagua di jajaran Pegunungan Andes, Argentina memang memberikan daya pikat yang luar biasa bagi pendaki-pendaki internasional. Pesona gadis-gadis cantik ala telenovela pun turut mewarnai pendakian di daratan Amerika Latin ini. 
Walau dipenuhi dengan “warna” bagi para pendaki Indonesia, Aconcagua memang betul indah. Pesona Stone Sentinel di jajaran Pegunungan Andes, Argentina, menjadi daya tarik bagi pendaki-pendaki internasional.  Di samping itu, gadis-gadis ala telenovela pun memberikan sisi unik tersendiri pesona Amerika Latin di Aconcagua. Sejenak boleh kita tengok kota Mendoza, sebuah ibukota provinsi Mendoza di Argentina. Kota ini didirikan pada tahun 1561 oleh Pedro del Castillo dan menamakannya Ciudad de Mendoza del Nuevo Valle de La Rioja. 300 tahun kemudian kota yang indah ini harus dihancurkan oleh bencana gempa yang cukup parah. Tercatat 5.000 nyawa melayang karena musibah ini. Pembangunan kota Mendoza dilakukan kembali dengan perencanaan yang lebih matang dan tata letak yang lebih apik.  
Satu kata yang harus diingat ketika mengunjungi kota ini adalah wine.  Karena itulah julukan the land of good sunshine and good wine melekat selalu pada kota ini. Mendoza merupakan salah satu dari sembilan kota yang termasuk dalam The Great Wine Capitals (delapan kota lainnya adalah Bilbao, Spanyol ; Bordeaux, Prancis ; Cape Town, Afrika Selatan ; Christchurch, New Zealand ; Firenze, Italia ; Mainz, Jerman ; Porto, Portugal dan San Fransisco, Amerika Serikat). Jadi jangan sia-siakan waktu anda dan nikmatilah Mendoza Wine Route Tour. Di kota ini, anda akan dimanjakan oleh  berbagai macam rasa dari wine. Dengan mudah anda dapat mengungunjungi kedai-kedai wine ataupun wineries (pabrik-pabrik tempat pengolahan dan penyimpanan anggur). Kalau masih tidak puas juga untuk berburu wine, datanglah ke Kota Waipu yang dapat ditempuh 30 menit dengan taksi dari Mendoza. Beberapa lokasi wineries di Waipu yang wajib dikunjungi antara lain Bodegas López, Bodega La Rural, Bodega Viña El Cerno, dan Bodega Familia Zuccardi. Dan jangan lupa menyiapkan ruang tambahan pada koper anda untuk membeli wine di kota ini untuk oleh-oleh kerabat di tanah air. Jangan khawatir dengan tipisnya dompet anda, kota ini telah memberikan jaminan harga-harga termurah untuk wine.  
Untuk menikmati kota Mendoza cobalah berkeliling dengan sepeda. Kota ini memiliki banyak sekali tempat penyewaan sepeda. Hanya dengan 30-50 Peso, kita akan mendapatkan sebuah sepeda layak untuk digunakan seharian penuh. Cuci mata sambil olahraga ini dapat dimulai dari Plaza Pedro del Castilo yang merupakan cikal bakal dari kota Mendoza yang akhirnya hancur akibat gempa hebat. Setelah restrukturisasi akibat gempa, pusat kota dipindahkan ke Plaza Independencia yang terletak di tengah kota. Belokkanlah sepeda anda kearah General San Martin Parque yang dikenal sebagai taman kota Mendoza. Di kawasan yang besar ini, mata kita akan dimanjakan oleh fasilitas yang sengaja dibangun untuk warga Mendoza untuk bersantai atau beraktifitas. Di lingkungan ini anda akan menemui danau buatan, lapangan bola, tenis, playground, kolam renang, dan juga hutan kota yang akan memanjakan anda dengan kesejukannya. Jangan cemas untuk bersepeda di kota ini. Sepeda dan pengendaranya akan menjadi prioritas di jalan raya. Semua kendaraan akan membiarkan sepeda menyebrang lebih dulu dan itu telah menjadi budaya jalanan di kota ini. 
Mari kita berhenti untuk mengeksplorasi eksotisme Mendoza. Arahkan mata anda sedikit ke arah barat laut. Di sana sudah menunggu sebuah eksotisme lainnya dari pesona Amerika Latin. Berdiri kokoh di antara barisan panjang pegunungan Andes, Aconcagua memang telah dikenal sebagai sebuah kebanggan bagi masyarakat Argentina, selain Evita Peron, Leoniel Messi, Maradonna dan tarian Tanggo tentunya. Untuk mendaki Aconcagua, seluruh persiapan akhir dalam hal memenuhi kebetuhan pendakian dapat dilengkapi di kota ini. Kita dapat menyewa ataupun membelinya (walaupun akan sulit menemukan perlengkapan yang cocok pada detik-detik terakhir). Semua perijinan untuk pendakian juga harus di selesaikan di kota Mendoza. Aconcagua akan menyediakan dua buah base camp utama untuk mencapai puncaknya melalui dua rute utama. Rute Polandia dan Rute Normal. Base camp untuk Rute Polandia bernama Plaza Argentina (4.200 mdpl) dan base camp untuk Rute Normal bernama Plaza de Mulas (4.300 mdpl). Untuk memulai pendakian menuju puncak Aconcagua baik dari Rute Polandia atau Rute Normal, anda akan melalui Los Penitentes (2.580 mpl) ataupun Puente del Inca (2.720 mdpl). Los Penitentes adalah sebuah kota kecil yang terdapat banyak penginapan yang diperuntukkan bagi penggila olahraga ski. Keramaian Los Penitentes akan meningkat pada pertengahan Juni hingga akhir Agustus. Selebihnya kota ini akan berfungsi sebagai kota yang akan digunakan untuk menginap bagi para pemburu puncak Aconcagua.  
Legenda Jembatan Manusia di Puente del Inca
Foto : Tim ISSEMU
Kota kecil di dekat Los Penitentes adalah Puente del Inca yang menjadi sebuah pilihan lain kota untuk menginap sebelum pendakian Aconcagua dimulai. Jika menginap di kedua kota ini, sempatkan waktu untuk menyaksikan sebuah fenomena alam di Puente del Inca. Fenomena alam itu adalah sebuah formasi batu yang menyeberangi sungai Vacas. Kalau kita melihat bentuk monumen ini pasti kita akan sepakat menyebutnya sebuah jembatan yang terbentuk secara alami. Dan memang Puente del Inca sendiri berarti Jembatan Inca. Menurut cerita rakyat Suku Inca, jembatan tersebut terbentuk dari para prajurit-prajurit terbaik dari kerajaan Inca. Pada suatu ketika seorang putra mahkota kerajaan Inca mengalami sakit dan harus disembuhkan dengan mata air panas di suatu tempat di selatan. Raja akhirnya membentuk suatu rombongan untuk mencari mata air panas tersebut. Ketika ditemukan ternyata lokasinya tidak bisa dijangkau karena terpisah oleh sungai dan jurang yang dalam. Tetapi akhirnya prajurit-prajurit Inca bahu-membahu membuat sebuah jembatan manusia sehingga sang raja dan putra mahkota dapat menuju ke lokasi mata air tersebut. Ketika tiba di seberang dan berbalik badan, sang raja sudah melihat para prajuritnya sudah berubah menjadi jembatan batu.  

Rute Polandia  
Bukanlah hal yang mudah untuk mencapai base camp pendakian Aconcagua (kecuali dengan menggunakan helikopter). Untuk mencapai Plaza Argentina, anda harus berjalan selama tiga hari lamanya melalui lembah Vacas. Tapi buang rasa khawatir anda karena sepanjang perjalanan bentang alam yang indah di kawasan Andes akan membuang jauh-jauh rasa lelah yang ada.  Menuju Plaza Argentina kita akan dibantu oleh beberapa ekor bagal (mule). Bagal adalah persilangan antara keledai jantan dengan kuda betina. Jadi seekor bagal akan mewarisi kekuatan seekor kuda dan ketabahan seekor keledai. Jadi tidak heran hewan seperti ini akan dipercaya membawa sebagian besar peralatan pendakian anda hingga menuju Plaza Argentina. Dua buah kamp akan anda temui di sepanjang perjalanan menuju Plaza Argentina. Malam pertama anda akan bermalam di Pampa de Lenas (2.950 mdpl) dan malam kedua di Casa de Piedra (3.240 mdpl). Baru keesokan harinya anda akan meneruskan perjalanan hari ketiga menuju Plaza Argentina.  
Plaza Argentina, pendakian Aconcagua yang sebenarnya dimulai dari sini
Foto : Tim ISSEMU
Plaza Argentina sebenarnya hanyalah sebuah padang pasir yang cukup luas. Ketika musim pendakian, padang pasir ini akan dihiasi oleh kubah-hubah tenda dome berbagai macam ukuran yang berserak di hampir seluruh lokasi. Fasilitas-fasilitas di base camp ini dibilang cukup lengkap. Klinik medis selalu bersiaga untuk mengecek kondisi kesehatan anda dan punya andil kuat untuk memutuskan apakah anda boleh melanjutkan menuju kamp satu di ketinggian 5.000 mdpl atau justru mengandaskan niat anda untuk mencapai titik tertinggi 6.962 mdpl. Ada pula pos ranger Argentina yang biasanya berfungsi mendata secara administratif para pendaki yang ada di sana hingga membagi-bagikan kantong hajat untuk digunakan pada pendakian lanjutan ke puncak. Jangan meremehkan base camp ini, anda akan menemukan wartel dan warnet di lokasi ini. Datanglah ke Kamp Daniel Lopez, maka anda akan dapat menggunakan jasa “warung telekomunikasi” yang dapat ditebus dengan harga US$ 4 per menit dan jasa “warung internet” dengan tarif US$ 10 per 15 menit. Ada pula sebuah helipad yang kerap digunakan sebagai pendaratan helikopter yang hampir selalu datang tiap hari untuk supply logistik ataupun menurunkan pendaki dengan status emergency ke Los Penitentes. Tower radio komunikasi dua meter band pun sedikit banyak berdiri di lokasi ini. Hampir tiap operator pendakian memiliki sebuah tower untuk mengawasi kegiatan pendakian. Kotak-kotak yang berfungsi sebagai wc juga tersedia di Plaza Argentina. Pada umumnya tiap operator pendakian akan menyediakan minimal satu sampai dua wc kotak. Untuk mendapatkan jasa porter, anda tidak akan pernah merasa kesulitan di base camp ini. Walau dengan tarif yang bervariasi, biasanya jasa porter akan berkisar antara US$ 150 (Plaza Argentina-kamp satu), US$ 250 (Plaza Argentina-kamp dua), US$ 350 (Plaza Argentina-Berlin) dan US$ 1.100 (Plaza Argentina-kamp satu-kamp dua-Berlin-Plaza Argentina). Porter ini akan siap membawa 20 kg barang bawaan anda dan tentunya akan semakin memuluskan jalan menuju puncak. 

Rute Normal 
Refugio, hotel tertinggi di dunia
Source : http://www.markhorrell.com
Plaza de Mulas sendiri sebenarnya dapat ditempuh hanya dalam waktu dua hari perjalanan. Tetapi kebanyakan pendaki akan menggunakan satu hari tambahan untuk melakukan body acclimatization. Perjalanan hari pertama akan dilakukan hingga bertemu dengan kamp Confluensia (3.300 mdpl). Esoknya pendaki akan mendaki hingga Plaza Francia (4.000 mdpl) dan kembali menginap di kamp Confluensia. Baru keseokan harinya pendakian akan dilanjutkan hingga tiba di Plaza de Mulas. Pada dasarnya Plaza de Mulas memiliki fasilitas yang kurang lebih sama dengan Plaza Argentina tapi dalam kapsitas yang jauh lebih besar. Jumlah tenda pun lebih banyak di sini. Ini disebabkan karena Plaza de Mulaz merupakan base camp dari rute normal mendaki Aconcagua dan memang paling sering dipergunakan oleh para pendaki. Jangan lupakan untuk berkeliling daerah sekitar base camp terutama padang salju Penitentes. Padang salju Penitentes adalah sebuah fenomena alam di mana padang salju ini akan dipenuhi oleh paku-paku es setinggi kurang lebih dua meter yang terbentuk karena proses penyinaran matahari dan angin. Jika fasilitas di Plaza de Mulas masih dirasa kurang nyaman untuk mendukung pendakian anda, berjalanlah sedikit ke atas hingga ketinggian 4.370 mdpl. Anda akan menemukan sebuah hotel di ketinggian ini. Semua fasilitas akan tersedia di Hotel Refugio. Mulai dari saluran telefon, koneksi internet, toilet flush, air hangat dan hingga meja pingpong. Semuanya ini memanjakan diri anda serta membuat sebuah pendakian Aconcagua (mungkin) menjadi lebih menarik dan anda dapat berkata, “Saya pernah menginap di hotel tertinggi di dunia.”

No comments: