Pesona Anggur Di Negeri Penjaga Batu
Karena
keganasan gunung ini, dua nyawa tercatat menjadi korban dalam sejarah pendakian
Indonesia. Akibatnya, ekspedisi pendakian pertama Gunung Aconcagua yang
diprakarsai Mapala UI di tahun 1992 pun gagal. Pada tahun
berikutnya dua pendaki dari Mapala UI berhasil mendaki hingga puncak. Lalu
pada tahun 2011 satu pendaki dari organisasi yang sama juga berhasil menggapai
Aconcagua. Tidak hanya Mapala UI, Tim Ekspedisi Seven Summits TV One juga harus pulang dengan tangan kosong di
tahun 2010. Mahitala Unpar juga harus berjuang keras untuk mencetak sejarah di
gunung ini. Dari dua tim yang diberangkatkan pada tahun 2008 hanya satu orang
yang berhasil mencapai puncaknya. Pada tahun 2011, dari total enam orang yang
tergabung dalam ISSEMU 2009-2011 (termasuk dua orang tim pendukung), satu orang
gagal mencapai puncak. Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Benua-Wanadri cukup beruntung
dalam pertempuran menghadapi Aconcagua. Dari enam summiteers yang mendaki, hanya satu orang yang tidak diperbolehkan
melanjutkan pendakian karena alasan kesehatan.
Beberapa pihak menyebutnya Gunung Setan (The
Devil’s Mountain) karena keganasan cuacanya yang tidak bisa diprediksi bahkan
di saat musim pendakian sekalipun. Nama Aconcagua kemungkinan besar berasal
dari Bahasa Arauca yaitu Aconca-Hue yang secara harafiah dapat diartikan
sebagai Comes From The Other Side,
atau mengacu pada bahasa Quechua, Ackon Cahuak yang berarti Stone
Sentinel (Penjaga batu). Aconcagua di
jajaran Pegunungan Andes, Argentina memang memberikan daya pikat yang luar
biasa bagi pendaki-pendaki internasional. Pesona gadis-gadis cantik ala telenovela pun turut mewarnai pendakian
di daratan Amerika Latin ini.
Walau dipenuhi dengan “warna” bagi para pendaki Indonesia, Aconcagua
memang betul indah. Pesona Stone Sentinel
di jajaran Pegunungan Andes, Argentina, menjadi daya tarik bagi pendaki-pendaki
internasional. Di samping itu,
gadis-gadis ala telenovela pun memberikan sisi unik tersendiri pesona Amerika
Latin di Aconcagua. Sejenak boleh kita tengok kota Mendoza, sebuah ibukota
provinsi Mendoza di Argentina. Kota ini didirikan pada tahun 1561 oleh Pedro del Castillo dan menamakannya
Ciudad de Mendoza del Nuevo Valle de La Rioja. 300 tahun kemudian kota yang
indah ini harus dihancurkan oleh bencana gempa yang cukup parah. Tercatat 5.000
nyawa melayang karena musibah ini. Pembangunan kota Mendoza dilakukan kembali
dengan perencanaan yang lebih matang dan tata letak yang lebih apik.
Satu kata yang harus diingat ketika mengunjungi kota ini adalah wine. Karena itulah julukan the land of good sunshine and good wine melekat selalu pada kota ini.
Mendoza merupakan salah satu dari sembilan kota yang termasuk dalam The Great Wine Capitals (delapan kota
lainnya adalah Bilbao, Spanyol ; Bordeaux, Prancis ; Cape Town, Afrika Selatan
; Christchurch, New Zealand ; Firenze, Italia ; Mainz, Jerman ; Porto, Portugal
dan San Fransisco, Amerika Serikat). Jadi jangan sia-siakan waktu anda dan
nikmatilah Mendoza Wine Route Tour. Di
kota ini, anda akan dimanjakan oleh
berbagai macam rasa dari wine.
Dengan mudah anda dapat mengungunjungi kedai-kedai wine ataupun wineries
(pabrik-pabrik tempat pengolahan dan penyimpanan anggur). Kalau masih tidak
puas juga untuk berburu wine, datanglah
ke Kota Waipu yang dapat ditempuh 30 menit dengan taksi dari Mendoza. Beberapa
lokasi wineries di Waipu yang wajib
dikunjungi antara lain Bodegas López, Bodega La Rural, Bodega Viña El Cerno,
dan Bodega Familia Zuccardi. Dan jangan lupa menyiapkan ruang tambahan pada
koper anda untuk membeli wine di kota
ini untuk oleh-oleh kerabat di tanah air. Jangan khawatir dengan tipisnya
dompet anda, kota ini telah memberikan jaminan harga-harga termurah untuk wine.
Untuk menikmati kota Mendoza cobalah berkeliling dengan sepeda. Kota
ini memiliki banyak sekali tempat penyewaan sepeda. Hanya dengan 30-50 Peso,
kita akan mendapatkan sebuah sepeda layak untuk digunakan seharian penuh. Cuci mata sambil olahraga ini dapat
dimulai dari Plaza Pedro del Castilo yang merupakan cikal bakal dari kota
Mendoza yang akhirnya hancur akibat gempa hebat. Setelah restrukturisasi akibat
gempa, pusat kota dipindahkan ke Plaza Independencia yang terletak di tengah
kota. Belokkanlah sepeda anda kearah General San Martin Parque yang dikenal
sebagai taman kota Mendoza. Di kawasan yang besar ini, mata kita akan
dimanjakan oleh fasilitas yang sengaja dibangun untuk warga Mendoza untuk
bersantai atau beraktifitas. Di lingkungan ini anda akan menemui danau buatan,
lapangan bola, tenis, playground,
kolam renang, dan juga hutan kota yang akan memanjakan anda dengan
kesejukannya. Jangan cemas untuk bersepeda di kota ini. Sepeda dan
pengendaranya akan menjadi prioritas di jalan raya. Semua kendaraan akan membiarkan
sepeda menyebrang lebih dulu dan itu telah menjadi budaya jalanan di kota ini.
Mari kita berhenti untuk mengeksplorasi eksotisme Mendoza. Arahkan
mata anda sedikit ke arah barat laut. Di sana sudah menunggu sebuah eksotisme
lainnya dari pesona Amerika Latin. Berdiri kokoh di antara barisan panjang
pegunungan Andes, Aconcagua memang telah dikenal sebagai sebuah kebanggan bagi
masyarakat Argentina, selain Evita Peron, Leoniel Messi, Maradonna dan tarian
Tanggo tentunya. Untuk mendaki Aconcagua, seluruh persiapan akhir dalam hal
memenuhi kebetuhan pendakian dapat dilengkapi di kota ini. Kita dapat menyewa
ataupun membelinya (walaupun akan sulit menemukan perlengkapan yang cocok pada
detik-detik terakhir). Semua perijinan untuk pendakian juga harus di selesaikan
di kota Mendoza. Aconcagua akan menyediakan dua buah base camp utama untuk mencapai puncaknya melalui dua rute utama.
Rute Polandia dan Rute Normal. Base camp untuk
Rute Polandia bernama Plaza Argentina (4.200 mdpl) dan base camp untuk Rute Normal bernama Plaza de Mulas (4.300 mdpl). Untuk
memulai pendakian menuju puncak Aconcagua baik dari Rute Polandia atau Rute
Normal, anda akan melalui Los Penitentes (2.580 mpl) ataupun Puente del Inca
(2.720 mdpl). Los Penitentes adalah sebuah kota kecil yang terdapat banyak penginapan
yang diperuntukkan bagi penggila olahraga ski. Keramaian Los Penitentes akan
meningkat pada pertengahan Juni hingga akhir Agustus. Selebihnya kota ini akan
berfungsi sebagai kota yang akan digunakan untuk menginap bagi para pemburu
puncak Aconcagua.
![]() |
| Legenda Jembatan Manusia di Puente del Inca Foto : Tim ISSEMU |
Kota kecil di dekat Los Penitentes adalah Puente del Inca yang
menjadi sebuah pilihan lain kota untuk menginap sebelum pendakian Aconcagua
dimulai. Jika menginap di kedua kota ini, sempatkan waktu untuk menyaksikan
sebuah fenomena alam di Puente del Inca. Fenomena alam itu adalah sebuah formasi
batu yang menyeberangi sungai Vacas. Kalau kita melihat bentuk monumen ini
pasti kita akan sepakat menyebutnya sebuah jembatan yang terbentuk secara
alami. Dan memang Puente del Inca sendiri berarti Jembatan Inca. Menurut cerita
rakyat Suku Inca, jembatan tersebut terbentuk dari para prajurit-prajurit terbaik
dari kerajaan Inca. Pada suatu ketika
seorang putra mahkota kerajaan Inca mengalami sakit dan harus disembuhkan
dengan mata air panas di suatu tempat di selatan. Raja akhirnya membentuk suatu
rombongan untuk mencari mata air panas tersebut. Ketika ditemukan ternyata
lokasinya tidak bisa dijangkau karena terpisah oleh sungai dan jurang yang
dalam. Tetapi akhirnya prajurit-prajurit Inca bahu-membahu membuat sebuah
jembatan manusia sehingga sang raja dan putra mahkota dapat menuju ke lokasi
mata air tersebut. Ketika tiba di seberang dan berbalik badan, sang raja sudah
melihat para prajuritnya sudah berubah menjadi jembatan batu.
Rute Polandia
Bukanlah hal yang mudah untuk mencapai base camp pendakian Aconcagua (kecuali dengan menggunakan
helikopter). Untuk mencapai Plaza Argentina, anda harus berjalan selama tiga
hari lamanya melalui lembah Vacas. Tapi buang rasa khawatir anda karena sepanjang
perjalanan bentang alam yang indah di kawasan Andes akan membuang jauh-jauh
rasa lelah yang ada. Menuju Plaza
Argentina kita akan dibantu oleh beberapa ekor bagal (mule). Bagal adalah persilangan antara keledai jantan dengan kuda
betina. Jadi seekor bagal akan mewarisi kekuatan seekor kuda dan ketabahan
seekor keledai. Jadi tidak heran hewan seperti ini akan dipercaya membawa
sebagian besar peralatan pendakian anda hingga menuju Plaza Argentina. Dua buah
kamp akan anda temui di sepanjang perjalanan menuju Plaza Argentina. Malam
pertama anda akan bermalam di Pampa de Lenas (2.950 mdpl) dan malam kedua di
Casa de Piedra (3.240 mdpl). Baru keesokan harinya anda akan meneruskan
perjalanan hari ketiga menuju Plaza Argentina.
![]() |
| Plaza Argentina, pendakian Aconcagua yang sebenarnya dimulai dari sini Foto : Tim ISSEMU |
Plaza Argentina sebenarnya hanyalah sebuah padang pasir yang cukup
luas. Ketika musim pendakian, padang pasir ini akan dihiasi oleh kubah-hubah
tenda dome berbagai macam ukuran yang
berserak di hampir seluruh lokasi. Fasilitas-fasilitas di base camp ini dibilang cukup lengkap. Klinik medis selalu bersiaga
untuk mengecek kondisi kesehatan anda dan punya andil kuat untuk memutuskan
apakah anda boleh melanjutkan menuju kamp satu di ketinggian 5.000 mdpl atau justru
mengandaskan niat anda untuk mencapai titik tertinggi 6.962 mdpl. Ada pula pos ranger Argentina yang biasanya berfungsi
mendata secara administratif para pendaki yang ada di sana hingga
membagi-bagikan kantong hajat untuk
digunakan pada pendakian lanjutan ke puncak. Jangan meremehkan base camp ini, anda akan menemukan
wartel dan warnet di lokasi ini. Datanglah ke Kamp Daniel Lopez, maka anda akan
dapat menggunakan jasa “warung telekomunikasi” yang dapat ditebus dengan harga
US$ 4 per menit dan jasa “warung internet” dengan tarif US$ 10 per 15 menit.
Ada pula sebuah helipad yang kerap digunakan
sebagai pendaratan helikopter yang hampir selalu datang tiap hari untuk supply logistik ataupun menurunkan
pendaki dengan status emergency ke
Los Penitentes. Tower radio komunikasi dua meter band pun sedikit banyak berdiri di lokasi ini. Hampir tiap operator
pendakian memiliki sebuah tower untuk mengawasi kegiatan pendakian. Kotak-kotak
yang berfungsi sebagai wc juga tersedia di Plaza Argentina. Pada umumnya tiap
operator pendakian akan menyediakan minimal satu sampai dua wc kotak. Untuk
mendapatkan jasa porter, anda tidak akan pernah merasa kesulitan di base camp ini. Walau dengan tarif yang
bervariasi, biasanya jasa porter akan berkisar antara US$ 150 (Plaza
Argentina-kamp satu), US$ 250 (Plaza Argentina-kamp dua), US$ 350 (Plaza
Argentina-Berlin) dan US$ 1.100 (Plaza Argentina-kamp satu-kamp dua-Berlin-Plaza
Argentina). Porter ini akan siap membawa 20 kg barang bawaan anda dan tentunya
akan semakin memuluskan jalan menuju puncak.
Rute Normal
![]() |
| Refugio, hotel tertinggi di dunia Source : http://www.markhorrell.com |
Plaza de Mulas sendiri
sebenarnya dapat ditempuh hanya dalam waktu dua hari perjalanan. Tetapi kebanyakan
pendaki akan menggunakan satu hari tambahan untuk melakukan body acclimatization. Perjalanan hari
pertama akan dilakukan hingga bertemu dengan kamp Confluensia (3.300 mdpl).
Esoknya pendaki akan mendaki hingga Plaza Francia (4.000 mdpl) dan kembali
menginap di kamp Confluensia. Baru keseokan harinya pendakian akan dilanjutkan
hingga tiba di Plaza de Mulas. Pada dasarnya Plaza de Mulas memiliki fasilitas
yang kurang lebih sama dengan Plaza Argentina tapi dalam kapsitas yang jauh
lebih besar. Jumlah tenda pun lebih banyak di sini. Ini disebabkan karena Plaza
de Mulaz merupakan base camp dari
rute normal mendaki Aconcagua dan memang paling sering dipergunakan oleh para
pendaki. Jangan lupakan untuk berkeliling daerah sekitar base camp terutama padang salju Penitentes. Padang salju Penitentes
adalah sebuah fenomena alam di mana padang salju ini akan dipenuhi oleh paku-paku
es setinggi kurang lebih dua meter yang terbentuk karena proses penyinaran
matahari dan angin. Jika fasilitas di Plaza de Mulas masih dirasa kurang nyaman
untuk mendukung pendakian anda, berjalanlah sedikit ke atas hingga ketinggian
4.370 mdpl. Anda akan menemukan sebuah hotel di ketinggian ini. Semua fasilitas
akan tersedia di Hotel Refugio. Mulai dari saluran telefon, koneksi internet, toilet flush, air hangat dan hingga meja
pingpong. Semuanya ini memanjakan diri anda serta membuat sebuah pendakian
Aconcagua (mungkin) menjadi lebih menarik dan anda dapat berkata, “Saya pernah
menginap di hotel tertinggi di dunia.”



No comments:
Post a Comment