Sulitnya Menembus Kerajaan Putih
Sejak sejarah pendakian seven summits bergulir di Indonesia,
hingga tahun 2010 tidak ada satu tim Indonesia pun yang berhasil mencapai
puncak tertinggi di Antartika. Dan pada akhirnya pada tanggal 14 Desember 2010,
empat orang pendaki yang tergabung dalam Tim ISSEMU secara mengagumkan berhasil
mengibarkan Dwi Warna untuk pertama kalinya di Puncak Vinson sejak 44 tahun
yang lalu puncak ini diraih untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Desember 1966
oleh tim gabungan dari The American Alpine Club dan The National Science
Foundation.
Vinson Massif terletak di jajaran
Pengunungan Ellsworth. Namanya diambil dari seorang anggota kongres Amerika
bernama Carl G Vinson. Ia berhasil membujuk pemerintah Amerika untuk memulai
eksplorasi terhadap benua putih ini di era abad ke-20. Sejak saat itulah pembangunan
stasiun-stasiun penelitian bermunculan di beberapa titik dalam kawasan yang
mempunyai predikat benua terkering di dunia ini. Mendaki Vinson Massif itu
sebenarnya mudah karena hanya memiliki elevasi satu peringkat lebih tinggi
dibanding Carstensz Pyramid di Indonesia. Tidak ada rekah salju di sepanjang
perjalanan dan dijamin tidak akan menemui salju longor seperti yang kerap
menjadi momok di sekitar kawasan Himalayan Region. Lalu apa masalahnya? Mendaki
Vinson Massif bukanlah perkara mudah. Pendaki akan berhadapan dengan suhu minus
40 derajat Celsius ditambah dengan embusan angin yang akan membuat suhu semakin
jatuh ke minus-minus terendah. Selain itu season
pada pendakian Vinson pun sangat dibatasi, hanya tiga bulan
(Desember-Januari-Februari) setiap tahunnya. Mau mencoba mendaki di luar season yang telah ditentukan? Silakan
berhadapan dengan angin super kencang dan kegelapan selama 24 jam penuh di
Benua Antartika. Matahari di benua ini bersinar selama enam bulan
berturut-turut pada bulan November-April dan selebihnya matahari akan bersinar
secara penuh di Kutub Utara.
Untuk mendaki Vinson Massif, setiap
pendaki pada umumnya akan singgah di Punta Arenas, sebuah kota yang mendapat
julukan The End Of The World. Punta
Arenas adalah sebuah ibukota wilayah Chile, Magellan dan Antartica Chilena. Terletak hampir di ujung selatan daratan Amerika Selatan
menjadikan kota ini sebagai gerbang utama untuk memasuki kawasan Banua
Antartika sekaligus sebagai basis logistik yang paling penting untuk segala
pendukung kegiatan di semenanjung Antartika. Punta Arenas tumbuh dari istilah
berbahasa Spanyol yakni Punta Arenosa yang bila diartikan secara harafiah
bermakna sebagai Sandy Point. Kota
ini didirikan oleh pemerintah Chile pada tahun 1848 dan sempat berubah namanya
menjadi Magallanes pada tahun 1927. Perubahan nama ini hanya bertahan selama 11
tahun hingga pada akhirnya di tahun 1938 namanya berubah kembali menjadi Punta
Arenas.
Walau berada di ujung
selatan dunia, janganlah meremehkan kota ini. Segudang lokasi wisata bertebaran
dan siap memanjakan mata dan hati anda. Kota ini memang sejatinya membuka diri
lebar-lebar bagi wisatawan yang hendak mencari tau pesona sebuah wilayah
terpencil di ujung dunia. Kafe-kafe
dan pub secara bebas mengapresiasikan kelebihan masing-masing yang dimilikinya.
Sebut saja Salsa, Cumbia (tarian latin yang berasal dari Colombia), dan juga
lantunan beat-beat reggae berpadu
dengan dancehall yang amat
menggairahkan. Semuanya itu siap menguras jiwa enerjik Anda hingga subuh
menjelang. Untuk wisata ketersediaan perlengkapan outdoor sport pun kota ini bisa diandalkan. Jangan heran bila saat
berkeliling kota Anda akan menemukan toko-toko perlengkapan outdoor seperti The North Face,
Timberland ataupun merk-merk lainnya di sepanjang Jalan Bories. Jadi jangan
takut untuk melengkapi kekurangan peralatan pendakian ataupun sekadar membeli ski pole cadangan untuk bertualang di
Antartika.
Lebih mengenal
sejarah Punta Arenas menjadi salah satu pilihan berwisata di kota ini yang
sayang untuk dilewatkan. Cobalah berkunjung ke Museum Nao Victoria yang
terletak di Jalan Y-565 Route Sitio 2A. Kalau
Anda datang dari Pelabuhan Santa Catalina, museum ini dapat ditempuh hanya 15
menit berjalan kaki. Koleksi museum yang paling penting adalah replika 1:1 dari
The Nao Victoria, kapal dari penjelajah dunia Ferdinand Magellan. Di museum ini, Nao Victoria yang
panjangnya 25 meter tersebut dapat dinaiki dan kita dapat melihat setiap detail
konstruksi di dalamnya. Koleksi selanjutnya adalah replika (yang juga dalam
ukuran sebenarnya) dari perahu The James Caird yang dipergunakan oleh Sir Ernest Shackleton
dalam usahanya menyelamatkan diri. Shackleton melakukan perjalanan yang dinamakan
Trans-Antarctic Expedition pada tahun 1914 hingga 1917 dengan menggunakan
perahu layar besar dengan tiga tiang utama (the
three-masted barquentine),
The Endurance. Hingga pada akhirnya The Endurance tenggelam di Laut Weddell dan
meninggalkan Shackleton serta lima awak lainnya. Akhirnya mereka memutuskan
untuk menggunakan salah satu dari tiga sekoci yang terdapat pada The Endurance.
Atas pertimbangan kekuatan dan daya tahan akhirnya terpilihlah sekoci yang
bernama The James Caird untuk melanjutkan perjalanan. The James Caird menempuh
perjalanan sejauh 1.500 km hingga Georgia Selatan dan berhasil menyelamatkan
enam orang di dalamnya. Dewasa ini, perjalanan James Caird merupakan perjalanan
dengan perahu sekoci yang terjauh.
=================================================================
Magellan adalah seorang penjelajah Portugis yang menjelajahi dunia dengan kapal untuk mencari rute menuju Kepulauan Rempah, Maluku. Ekspedisi ini berlangsung antara tahun 1519 hingga 1522 dan merupakan ekspedisi pertama dengan kapal yang berhasil mengelilingi seluruh dunia (walau Magellan tidak berhasil menyelesaikan ekspedisi karena tewas terbunuh di Filipina).
=================================================================
=================================================================
Magellan adalah seorang penjelajah Portugis yang menjelajahi dunia dengan kapal untuk mencari rute menuju Kepulauan Rempah, Maluku. Ekspedisi ini berlangsung antara tahun 1519 hingga 1522 dan merupakan ekspedisi pertama dengan kapal yang berhasil mengelilingi seluruh dunia (walau Magellan tidak berhasil menyelesaikan ekspedisi karena tewas terbunuh di Filipina).
=================================================================
Selain Museum Nao Victoria ada museum
lainnya yang layak untuk dikunjungi yaitu Museum Naval Y Maritimo. Museum yang
terletak di Jalan Avenida Pedro-Montt 981
didirikan tahun 1994 oleh Angkatan Laut Chile untuk memberikan gambaran yang
menyeluruh mengenai seluruh peristiwa-peristiwa yang terkait dengan laut
sebagai salah satu usaha untuk melestarikan warisan sejarah di kawasan Magellan
dan Antartica
Chilena. Di museum ini kita akan mendapatkan informasi
mengenai pertempuran-pertempuran yang terjadi di daerah ini beserta
barang-barang peninggalannya. Dan salah satu yang menarik adalah video yang
gambarnya diambil sekitar tahun 1930 oleh seorang tentara Amerika. Ia berlayar
bersama Angkatan Laut di sekitar Cape Horn, Afrika, salah satu tempat di dunia
yang paling sulit dilalui dengan berlayar.
![]() |
| Mengintip lenggak-lenggok Penguin Magellan di Otway Sound Foto : Tim ISSEMU |
Bila lokasi-lokasi di
atas tidak memuaskan dahaga Anda untuk berwisata, datanglah ke Seno Otway
(Otway Sound) yang berjarak 70 km ke Utara dari pusat kota. Bila menggunakan bis,
lokasi ini dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Punta Arenas adalah rumah bagi 2
koloni penguin di selatan Chile. Setiap tahun antara bulan November hingga
Januari, sekitar 150.000 “bala tentara” penguin Magellan tiba di Seno Otway dan
Isla Magdalena untuk kawin dan berkembang biak. Di wilayah ini, mereka dapat
dengan mudah ditemukan di hutan, bukit pasir, bukit rerumputan dan di tepi
pantai. Seperti kita ketahui, penguin adalah seekor hewan yang manis dan lucu.
Jadi kunjungan Anda ke lokasi ini adalah membuktikan hal-hal tersebut. Di sini
Anda mungkin saja akan tertawa terpingkal-pingkal ataupun menggeleng-gelengkan
kepala melihat berbagai macam kejadian atau tindak-tanduk hewan mungil ini. Di
darat, mereka bukanlah hewan yang paling anggun diantara hewan-hewan lainnya.
Melihatnya berlenggak-lenggok saja pasti akan membuat diri Anda tersenyum. Kita
juga akan sering melihat penguin ini terjatuh hanya karena tersandung oleh
benda kecil (baik disengaja atau tidak, penguin dikenal dengan hewan yang
melakukan perjalanan dengan berjalan satu baris). Tetapi selain berbakat
sebagai seorang komedian murni, ketangguhan seekor penguin akan terlihat ketika
mereka masuk atau keluar dari air. Dan ini sangat kontras ketika mereka sedang
ada di darat. Berhati-hatilah di sini, walaupun mereka terlihat jinak,
penguin-penguin Magellan ini tidak akan segan menyerang bila anda terlalu dekat
dengan dirinya. Dan ini pasti akan menjadi sebuah tontonan menarik lainnya
untuk dinikmati. Di Seno Otway, anda tidak akan didampingi jasa pemandu. Hanya
ada pondok-pondok pemantauan dan papan-papan informasi. Sebaiknya membawa
teropong agar Anda lebih jelas mengamati tingkah laku mereka. Jangan lupa
membawa pakaian penahan dingin. Angin di sini bertiup cukup kencang.
Kini saatnya kita memulai
petualangan di Antartika. Bagi para seven
summits hunter, mendaki Vinson Massif dan kegiatan berselancar es di zero degree memang akan lebih mudah bila
masuk melalui Punta Arenas. Dan melalui kota ini tiketnya hanya satu yaitu
Antartic Logistics And Expeditions (ALE). Dengan ALE kita akan mendapatkan
kesempatan satu-satunya untuk menyeberang dari Punta Arenas menuju Union Glacier,
Antartika. Dalam setahun, ALE hanya akan membuka 200 kursi untuk kegiatan
pendakian Vinson Massif dan petualangan berselancar es di zero degree. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu jawaban
mengapa Vinson Massif begitu sulit untuk didaki. Para pendaki harus memesan
tiket untuk penerbangan ini satu atau dua tahun sebelumnya. Dan hanya lewat
operator pendakian yang dianggap credible,
ALE akan memberikan Anda kesempatan untuk menyeberang Mar de Hoces (Selat
Drake) dengan menggunakan pesawat berbadan lebar, Ilyushin-76 buatan Uni
Soviet. Perjalanan dari Punta Arenas ke Union Glacier (700 mdpl) akan
menghabiskan waktu selama kurang lebih empat jam penerbangan. Seluruh peralatan
penahan dingin, termasuk sepatu boot
yang menahan suhu ekstrem juga harus dikenakan sebelum menaiki pesawat di Punta
Arenas. Pendaki tidak akan memiliki kesempatan untuk mempergunakannya di dalam
pesawat.
![]() |
| Ilushyin-76 Ex USSR, tiket masuk Benua Antartika Foto : Tim ISSEMU |
Mendarat di Union
Glacier Blue-Ice Runaway SCGC memang
seindah bayangan kita sewaktu menyaksikan film action James Bond, Die Another
Day, yang diproduksi oleh Metro Goldwyn Mayer (MGM). Awalnya landasan ini
terletak di Patriot Hills, tetapi karena alasan lapisan es di sana terlalu
lunak untuk dijadikan landasan pendaratan Ilushyin-76, maka dipindahkanlah
landasan ke Union Glacier Blue-Ice Runaway SCGC hingga saat ini. Setibanya di Union Glacier, pendaki harus
melanjutkan dengan mobil van menuju
Kamp Union Glacier. Mobil van tersebut
dimodifikasi secara khusus agar dapat
berjalan di atas salju. Sebenarnya Kamp Union Glacier dapat diibaratkan sebuah
“kota” kecil yang baru akan beraktifitas pada musim pendakian ataupun saat
berlangsungnya kegiatan ski dari bulan November hingga Febuari. Selebihnya Kamp
Union Glacier akan kosong dan hanya menyisakan hamparan padang salju putih.
Karena kegiatannya untuk mendukung seluruh aktifitas petualangan di sekitarnya,
maka jangan heran bila ALE menjadikan kamp ini sebagai kamp utama yang memiliki
segudang peralatan pendukung. Sebut saja mobil van, truk-truk untuk meratakan salju dan pemeliharaan landasan, snowcats, beberapa traktor, snowmobiles, hingga sepasang pesawat
kecil bermesin ganda Twin Otter dan Basler BT-67.
![]() |
| Jejeran tenda-tenda 4 musim di Union Glacier Camp Foto : Tim ISSEMU |
Untuk urusan perut,
kita tidak usah cemas. Tenda makan ALE adalah lokasi favorit bagi seluruh
pengunjung kamp. Seluruh makanan lezat akan disediakan untuk anda semua dengan
bahan makanan berkualitas yang diolah dari dapur-dapur yang memiliki fasilitas
yang sangat baik. Di tenda makan biasanya kita akan bercengkrama dengan pendaki
dan petualang dari seluruh dunia. Sehingga kita dapat bertukar informasi
mengenai petualangan the seven summits
ataupun perjalanan gila seperti eightthousanders.
Dari sisi komunikasi, kamp ini juga sangat serius dalam persiapannya. Tersedia
saluran radio VHF, UHF dan telepon satelit Iridium yang akan selalu siaga 24
jam untuk memantau keadaan. Ingin membeli kartu pra bayar untuk Iridium Anda?
Mereka juga menjualnya di sini. Seperti layaknya bagian komunikasi yang siaga
24 jam, bagian medis pun tidak mau kalah untuk memberikan pelayanan nomor satu
di benua ini. Mereka akan selalu siaga 24 jam untuk menghadapi situasi terburuk
pada seluruh kegiatan di kawasan ini. Dengan didukung peralatan yang baik, para
staf medis di sini sudah terlatih untuk memberikan penanganan tingkat pertama
pada kasus darurat. Di luar itu semua, apa yang akan kita lakukan kalau harus
menunggu cuaca buruk dalam waktu yang cukup lama? Jangan khawatir. Di sini
tersedia televisi yang lengkap dengan DVD player,
permainan-permainan (kartu remi, catur, puzzle,
dsb) dan sebuah perpustakaan yang dapat diakses secara bebas di sebuah tenda
khusus. Listrik juga tersedia di sini, walaupun terbatas. Dan kita harus
menyiapkan sendiri soket ”male” untuk
dapat menggunakan fasilitas ini (12 V
DC-DC with “female” cigarette lighter
socket). Seluruh listrik di sini dihasilkan dari panel surya yang sengaja
dipergunakan untuk meminimalisir efek terhadap dampak lingkungan.
Akhirnya setelah menunggu di Kamp Union
Glacier, kita akan menggunakan Twin Otter atau Basler BT-67 yang rodanya
telah diganti dengan papan ski untuk terbang selama 45 menit menuju Vinson Basecamp (2.140 mdpl). Vinson Basecamp terletak di Padang Es Branscomb di kaki Gunung
Vinson Massif. Sebenarnya basecamp ini tidak memiliki fasilitas apa-apa, hanya
berupa padang es putih. Pada musim pendakian biasanya Adventure Network
International (ANI) membangun beberapa fasilitas di sini. Fasilitas-fasilitas
tersebut antara lain: tenda makan yang lengkap dengan dapur, tenda kerja yang
dilengkapi dengan panel surya dan saluran radio 11 meter band (UHF dan VHF). Tetapi yang dapat menikmati fasilitas ini
hanyalah client dari ANI. Bila anda
menjadi client dari Alpine Ascend
International (AAI), maka hanya akan disediakan tenda-tenda yang kebanyakan
bermerk The North Face dan Mountain Hardwear. Tetapi ada sebuah fasilitas yang
bisa dinikmati oleh siapapun di sini yaitu sebuah ”wc duduk” (tanpa flush tentunya). Hanya berdindingkan
balok-balok es di ketiga sisinya membuat toilet ini menjadi sangat unik.
Cobalah untuk bertahan dalam suhu yang dingin kalau ingin menggunakan toilet
ini dan anda akan menikmati pesona Padang Salju Nimitz di depan sana. Lain
halnya kalau ingin buang air kecil, anda tidak akan bisa seenaknya melakukan di
mana saja seperti yang biasanya lakukan bila mendaki gunung dalam negeri (di
belakang batu, pohon atau di mana saja). Di Antartika, para pendaki harus buang
air kecil di sebuah lubang yang disebut dengan pee hole. Pee hole adalah
sebuah lubang yang sengaja digali dan diberi tanda dengan tiang dan bendera.
Lubang-lubang ini akan kita jumpai di beberapa lokasi di sepanjang jalur
pendakian. Bagaimana kalau kita ingin buang air kecil tetapi tidak menemukan
lubang tersebut? Kami menyarankan untuk menyiapkan sebuah botol khusus
berkapasitas kira-kira dua liter. Usahakan botol tersebut bermerk Nalgene yang
sudah dikenal karena kekuatannya. Tentunya Anda tidak mau bila botol air seni
anda retak karena membeku dan isinya tumpah ke kantung tidur ataupun peralatan
makan di dalam ransel, kan ?



No comments:
Post a Comment