StatCount

14 December 2012

The Ultimate Seven Base Camp of The Seven Summits of The World - Vinson Massif, Antartika


Sulitnya Menembus Kerajaan Putih

Sejak sejarah pendakian seven summits bergulir di Indonesia, hingga tahun 2010 tidak ada satu tim Indonesia pun yang berhasil mencapai puncak tertinggi di Antartika. Dan pada akhirnya pada tanggal 14 Desember 2010, empat orang pendaki yang tergabung dalam Tim ISSEMU secara mengagumkan berhasil mengibarkan Dwi Warna untuk pertama kalinya di Puncak Vinson sejak 44 tahun yang lalu puncak ini diraih untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Desember 1966 oleh tim gabungan dari The American Alpine Club dan The National Science Foundation.

Vinson Massif terletak di jajaran Pengunungan Ellsworth. Namanya diambil dari seorang anggota kongres Amerika bernama Carl G Vinson. Ia berhasil membujuk pemerintah Amerika untuk memulai eksplorasi terhadap benua putih ini di era abad ke-20. Sejak saat itulah pembangunan stasiun-stasiun penelitian bermunculan di beberapa titik dalam kawasan yang mempunyai predikat benua terkering di dunia ini. Mendaki Vinson Massif itu sebenarnya mudah karena hanya memiliki elevasi satu peringkat lebih tinggi dibanding Carstensz Pyramid di Indonesia. Tidak ada rekah salju di sepanjang perjalanan dan dijamin tidak akan menemui salju longor seperti yang kerap menjadi momok di sekitar kawasan Himalayan Region. Lalu apa masalahnya? Mendaki Vinson Massif bukanlah perkara mudah. Pendaki akan berhadapan dengan suhu minus 40 derajat Celsius ditambah dengan embusan angin yang akan membuat suhu semakin jatuh ke minus-minus terendah. Selain itu season pada pendakian Vinson pun sangat dibatasi, hanya tiga bulan (Desember-Januari-Februari) setiap tahunnya. Mau mencoba mendaki di luar season yang telah ditentukan? Silakan berhadapan dengan angin super kencang dan kegelapan selama 24 jam penuh di Benua Antartika. Matahari di benua ini bersinar selama enam bulan berturut-turut pada bulan November-April dan selebihnya matahari akan bersinar secara penuh di Kutub Utara.

Untuk mendaki Vinson Massif, setiap pendaki pada umumnya akan singgah di Punta Arenas, sebuah kota yang mendapat julukan The End Of The World. Punta Arenas adalah sebuah ibukota wilayah Chile, Magellan dan Antartica Chilena. Terletak hampir di ujung selatan daratan Amerika Selatan menjadikan kota ini sebagai gerbang utama untuk memasuki kawasan Banua Antartika sekaligus sebagai basis logistik yang paling penting untuk segala pendukung kegiatan di semenanjung Antartika. Punta Arenas tumbuh dari istilah berbahasa Spanyol yakni Punta Arenosa yang bila diartikan secara harafiah bermakna sebagai Sandy Point. Kota ini didirikan oleh pemerintah Chile pada tahun 1848 dan sempat berubah namanya menjadi Magallanes pada tahun 1927. Perubahan nama ini hanya bertahan selama 11 tahun hingga pada akhirnya di tahun 1938 namanya berubah kembali menjadi Punta Arenas.

Walau berada di ujung selatan dunia, janganlah meremehkan kota ini. Segudang lokasi wisata bertebaran dan siap memanjakan mata dan hati anda. Kota ini memang sejatinya membuka diri lebar-lebar bagi wisatawan yang hendak mencari tau pesona sebuah wilayah terpencil di ujung dunia. Kafe-kafe dan pub secara bebas mengapresiasikan kelebihan masing-masing yang dimilikinya. Sebut saja Salsa, Cumbia (tarian latin yang berasal dari Colombia), dan juga lantunan beat-beat reggae berpadu dengan dancehall yang amat menggairahkan. Semuanya itu siap menguras jiwa enerjik Anda hingga subuh menjelang. Untuk wisata ketersediaan perlengkapan outdoor sport pun kota ini bisa diandalkan. Jangan heran bila saat berkeliling kota Anda akan menemukan toko-toko perlengkapan outdoor seperti The North Face, Timberland ataupun merk-merk lainnya di sepanjang Jalan Bories. Jadi jangan takut untuk melengkapi kekurangan peralatan pendakian ataupun sekadar membeli ski pole cadangan untuk bertualang di Antartika. 

Lebih mengenal sejarah Punta Arenas menjadi salah satu pilihan berwisata di kota ini yang sayang untuk dilewatkan. Cobalah berkunjung ke Museum Nao Victoria yang terletak di Jalan Y-565 Route Sitio 2A. Kalau Anda datang dari Pelabuhan Santa Catalina, museum ini dapat ditempuh hanya 15 menit berjalan kaki. Koleksi museum yang paling penting adalah replika 1:1 dari The Nao Victoria, kapal dari penjelajah dunia Ferdinand Magellan. Di museum ini, Nao Victoria yang panjangnya 25 meter tersebut dapat dinaiki dan kita dapat melihat setiap detail konstruksi di dalamnya. Koleksi selanjutnya adalah replika (yang juga dalam ukuran sebenarnya) dari perahu The James Caird yang dipergunakan oleh Sir Ernest Shackleton dalam usahanya menyelamatkan diri. Shackleton melakukan perjalanan yang dinamakan Trans-Antarctic Expedition pada tahun 1914 hingga 1917 dengan menggunakan perahu layar besar dengan tiga tiang utama (the three-masted barquentine), The Endurance. Hingga pada akhirnya The Endurance tenggelam di Laut Weddell dan meninggalkan Shackleton serta lima awak lainnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan salah satu dari tiga sekoci yang terdapat pada The Endurance. Atas pertimbangan kekuatan dan daya tahan akhirnya terpilihlah sekoci yang bernama The James Caird untuk melanjutkan perjalanan. The James Caird menempuh perjalanan sejauh 1.500 km hingga Georgia Selatan dan berhasil menyelamatkan enam orang di dalamnya. Dewasa ini, perjalanan James Caird merupakan perjalanan dengan perahu sekoci yang terjauh.

=================================================================

Magellan adalah seorang penjelajah Portugis yang menjelajahi dunia dengan kapal untuk mencari rute menuju Kepulauan Rempah, Maluku. Ekspedisi ini berlangsung antara tahun 1519 hingga 1522 dan merupakan ekspedisi pertama dengan kapal yang berhasil mengelilingi seluruh dunia (walau Magellan tidak berhasil menyelesaikan ekspedisi karena tewas terbunuh di Filipina). 
 
=================================================================

Selain Museum Nao Victoria ada museum lainnya yang layak untuk dikunjungi yaitu Museum Naval Y Maritimo. Museum yang terletak di Jalan Avenida Pedro-Montt 981 didirikan tahun 1994 oleh Angkatan Laut Chile untuk memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai seluruh peristiwa-peristiwa yang terkait dengan laut sebagai salah satu usaha untuk melestarikan warisan sejarah di kawasan Magellan dan Antartica Chilena. Di museum ini kita akan mendapatkan informasi mengenai pertempuran-pertempuran yang terjadi di daerah ini beserta barang-barang peninggalannya. Dan salah satu yang menarik adalah video yang gambarnya diambil sekitar tahun 1930 oleh seorang tentara Amerika. Ia berlayar bersama Angkatan Laut di sekitar Cape Horn, Afrika, salah satu tempat di dunia yang paling sulit dilalui dengan berlayar.

Mengintip lenggak-lenggok Penguin Magellan di Otway Sound
Foto : Tim ISSEMU
Bila lokasi-lokasi di atas tidak memuaskan dahaga Anda untuk berwisata, datanglah ke Seno Otway (Otway Sound) yang berjarak 70 km ke Utara dari pusat kota. Bila menggunakan bis, lokasi ini dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Punta Arenas adalah rumah bagi 2 koloni penguin di selatan Chile. Setiap tahun antara bulan November hingga Januari, sekitar 150.000 “bala tentara” penguin Magellan tiba di Seno Otway dan Isla Magdalena untuk kawin dan berkembang biak. Di wilayah ini, mereka dapat dengan mudah ditemukan di hutan, bukit pasir, bukit rerumputan dan di tepi pantai. Seperti kita ketahui, penguin adalah seekor hewan yang manis dan lucu. Jadi kunjungan Anda ke lokasi ini adalah membuktikan hal-hal tersebut. Di sini Anda mungkin saja akan tertawa terpingkal-pingkal ataupun menggeleng-gelengkan kepala melihat berbagai macam kejadian atau tindak-tanduk hewan mungil ini. Di darat, mereka bukanlah hewan yang paling anggun diantara hewan-hewan lainnya. Melihatnya berlenggak-lenggok saja pasti akan membuat diri Anda tersenyum. Kita juga akan sering melihat penguin ini terjatuh hanya karena tersandung oleh benda kecil (baik disengaja atau tidak, penguin dikenal dengan hewan yang melakukan perjalanan dengan berjalan satu baris). Tetapi selain berbakat sebagai seorang komedian murni, ketangguhan seekor penguin akan terlihat ketika mereka masuk atau keluar dari air. Dan ini sangat kontras ketika mereka sedang ada di darat. Berhati-hatilah di sini, walaupun mereka terlihat jinak, penguin-penguin Magellan ini tidak akan segan menyerang bila anda terlalu dekat dengan dirinya. Dan ini pasti akan menjadi sebuah tontonan menarik lainnya untuk dinikmati. Di Seno Otway, anda tidak akan didampingi jasa pemandu. Hanya ada pondok-pondok pemantauan dan papan-papan informasi. Sebaiknya membawa teropong agar Anda lebih jelas mengamati tingkah laku mereka. Jangan lupa membawa pakaian penahan dingin. Angin di sini bertiup cukup kencang.  

Kini saatnya kita memulai petualangan di Antartika. Bagi para seven summits hunter, mendaki Vinson Massif dan kegiatan berselancar es di zero degree memang akan lebih mudah bila masuk melalui Punta Arenas. Dan melalui kota ini tiketnya hanya satu yaitu Antartic Logistics And Expeditions (ALE). Dengan ALE kita akan mendapatkan kesempatan satu-satunya untuk menyeberang dari Punta Arenas menuju Union Glacier, Antartika. Dalam setahun, ALE hanya akan membuka 200 kursi untuk kegiatan pendakian Vinson Massif dan petualangan berselancar es di zero degree. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu jawaban mengapa Vinson Massif begitu sulit untuk didaki. Para pendaki harus memesan tiket untuk penerbangan ini satu atau dua tahun sebelumnya. Dan hanya lewat operator pendakian yang dianggap credible, ALE akan memberikan Anda kesempatan untuk menyeberang Mar de Hoces (Selat Drake) dengan menggunakan pesawat berbadan lebar, Ilyushin-76 buatan Uni Soviet. Perjalanan dari Punta Arenas ke Union Glacier (700 mdpl) akan menghabiskan waktu selama kurang lebih empat jam penerbangan. Seluruh peralatan penahan dingin, termasuk sepatu boot yang menahan suhu ekstrem juga harus dikenakan sebelum menaiki pesawat di Punta Arenas. Pendaki tidak akan memiliki kesempatan untuk mempergunakannya di dalam pesawat.


Ilushyin-76 Ex USSR, tiket masuk Benua Antartika
Foto : Tim ISSEMU
Mendarat di Union Glacier Blue-Ice Runaway SCGC memang seindah bayangan kita sewaktu menyaksikan film action James Bond, Die Another Day, yang diproduksi oleh Metro Goldwyn Mayer (MGM). Awalnya landasan ini terletak di Patriot Hills, tetapi karena alasan lapisan es di sana terlalu lunak untuk dijadikan landasan pendaratan Ilushyin-76, maka dipindahkanlah landasan ke Union Glacier Blue-Ice Runaway SCGC hingga saat ini. Setibanya di Union Glacier, pendaki harus melanjutkan dengan mobil van menuju Kamp Union Glacier. Mobil van tersebut dimodifikasi secara  khusus agar dapat berjalan di atas salju. Sebenarnya Kamp Union Glacier dapat diibaratkan sebuah “kota” kecil yang baru akan beraktifitas pada musim pendakian ataupun saat berlangsungnya kegiatan ski dari bulan November hingga Febuari. Selebihnya Kamp Union Glacier akan kosong dan hanya menyisakan hamparan padang salju putih. Karena kegiatannya untuk mendukung seluruh aktifitas petualangan di sekitarnya, maka jangan heran bila ALE menjadikan kamp ini sebagai kamp utama yang memiliki segudang peralatan pendukung. Sebut saja mobil van, truk-truk untuk meratakan salju dan pemeliharaan landasan, snowcats, beberapa traktor, snowmobiles, hingga sepasang pesawat kecil bermesin ganda Twin Otter dan Basler BT-67.

Jejeran tenda-tenda 4 musim di Union Glacier Camp
Foto : Tim ISSEMU
Untuk urusan perut, kita tidak usah cemas. Tenda makan ALE adalah lokasi favorit bagi seluruh pengunjung kamp. Seluruh makanan lezat akan disediakan untuk anda semua dengan bahan makanan berkualitas yang diolah dari dapur-dapur yang memiliki fasilitas yang sangat baik. Di tenda makan biasanya kita akan bercengkrama dengan pendaki dan petualang dari seluruh dunia. Sehingga kita dapat bertukar informasi mengenai petualangan the seven summits ataupun perjalanan gila seperti eightthousanders. Dari sisi komunikasi, kamp ini juga sangat serius dalam persiapannya. Tersedia saluran radio VHF, UHF dan telepon satelit Iridium yang akan selalu siaga 24 jam untuk memantau keadaan. Ingin membeli kartu pra bayar untuk Iridium Anda? Mereka juga menjualnya di sini. Seperti layaknya bagian komunikasi yang siaga 24 jam, bagian medis pun tidak mau kalah untuk memberikan pelayanan nomor satu di benua ini. Mereka akan selalu siaga 24 jam untuk menghadapi situasi terburuk pada seluruh kegiatan di kawasan ini. Dengan didukung peralatan yang baik, para staf medis di sini sudah terlatih untuk memberikan penanganan tingkat pertama pada kasus darurat. Di luar itu semua, apa yang akan kita lakukan kalau harus menunggu cuaca buruk dalam waktu yang cukup lama? Jangan khawatir. Di sini tersedia televisi yang lengkap dengan DVD player, permainan-permainan (kartu remi, catur, puzzle, dsb) dan sebuah perpustakaan yang dapat diakses secara bebas di sebuah tenda khusus. Listrik juga tersedia di sini, walaupun terbatas. Dan kita harus menyiapkan sendiri soket ”male” untuk dapat menggunakan fasilitas ini (12 V DC-DC with “female” cigarette lighter socket). Seluruh listrik di sini dihasilkan dari panel surya yang sengaja dipergunakan untuk meminimalisir efek terhadap dampak lingkungan.

Akhirnya setelah menunggu di Kamp Union Glacier, kita akan menggunakan Twin Otter atau Basler BT-67 yang rodanya telah diganti dengan papan ski untuk terbang selama 45 menit menuju Vinson Basecamp (2.140 mdpl). Vinson Basecamp  terletak di Padang Es Branscomb di kaki Gunung Vinson Massif. Sebenarnya basecamp  ini tidak memiliki fasilitas apa-apa, hanya berupa padang es putih. Pada musim pendakian biasanya Adventure Network International (ANI) membangun beberapa fasilitas di sini. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain: tenda makan yang lengkap dengan dapur, tenda kerja yang dilengkapi dengan panel surya dan saluran radio 11 meter band (UHF dan VHF). Tetapi yang dapat menikmati fasilitas ini hanyalah client dari ANI. Bila anda menjadi client dari Alpine Ascend International (AAI), maka hanya akan disediakan tenda-tenda yang kebanyakan bermerk The North Face dan Mountain Hardwear. Tetapi ada sebuah fasilitas yang bisa dinikmati oleh siapapun di sini yaitu sebuah ”wc duduk” (tanpa flush tentunya). Hanya berdindingkan balok-balok es di ketiga sisinya membuat toilet ini menjadi sangat unik. Cobalah untuk bertahan dalam suhu yang dingin kalau ingin menggunakan toilet ini dan anda akan menikmati pesona Padang Salju Nimitz di depan sana. Lain halnya kalau ingin buang air kecil, anda tidak akan bisa seenaknya melakukan di mana saja seperti yang biasanya lakukan bila mendaki gunung dalam negeri (di belakang batu, pohon atau di mana saja). Di Antartika, para pendaki harus buang air kecil di sebuah lubang yang disebut dengan pee hole. Pee hole adalah sebuah lubang yang sengaja digali dan diberi tanda dengan tiang dan bendera. Lubang-lubang ini akan kita jumpai di beberapa lokasi di sepanjang jalur pendakian. Bagaimana kalau kita ingin buang air kecil tetapi tidak menemukan lubang tersebut? Kami menyarankan untuk menyiapkan sebuah botol khusus berkapasitas kira-kira dua liter. Usahakan botol tersebut bermerk Nalgene yang sudah dikenal karena kekuatannya. Tentunya Anda tidak mau bila botol air seni anda retak karena membeku dan isinya tumpah ke kantung tidur ataupun peralatan makan di dalam ransel, kan ?

No comments: