
Alpine Ascents International (AAI) adalah sebuah perusahaan agensi perjalanan alam bebas yang berkedudukan di Seatle, Amerika Serikat. Perusahaan ini telah berhasil membawa Mahitala Unpar menjadi tim Indonesia pertama yang diberikan kesempatan emas untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Vinson Massif, Antartika (4.889 mdpl). Dan di penghujung program sirkuit pendakian 7 puncak tertinggi ini maka Mahitala Unpar kembali mempercayakan perjalanan ini kepada AAI untuk mengibarkan bendera Mahitala di Puncak Denali yang sekaligus akan membawa Mahitala Unpar menjadi organisasi pertama di Indonesia yang memiliki pendaki bertitel 7 summiters, 4 orang sekaligus.
Lalu bagaimanakan dan ada apa sajakah di Denali ? Berikut adalah tulisan-tulisan yang coba kami susun kembali dari website AAI (http://www.alpineascents.com/denali-main.asp) dan berbagai sumber untuk member gambaran mengenai perjalanan Tim Mahitala Unpar menuju Denali.
Puncak Denali (6.194 mdpl) berada di jantung Pegunungan Alaska di Glacier Kahiltna. Sebuah daerah yang berada di Kutub Utara di mana suhu terdingin berasal. Awal perjalanan Tim Mahitala Unpar akan di mulai dari Anchorage, Alaska. Anchorage adalah sebuah kota terbesar di negara bagian Alaska, Amerika Serikat. Seperlima penduduk di negara bagian ini mendiami kota yang sering disebut juga sebagai “Kota Cahaya dan Bunga.” Penyebutan ini dapat diartikan bahwa ribuan bangunannya kerap dihiasi oleh lampu-lampu putih kecil sepanjang musim dingin dan tampilannya bunga-bunganya yang luar biasa di musim panas.
Selanjutnya dari Anchorage tim akan bergerak dengan pesawat menuju Kota Talkeetna, sebuah kota yang terletak pada 3 pertemuan sungai besar yakni Sungai Susitna, Chulitna dan Talkeetna. Talkeetna sendiri adalah kota terakhir sebelum akhirnya Tim Mahitala Unpar mulai mendaki Puncak Denali via Rute West Buttress. Menurut Dr Bradford merintis pendakian melalui Rute West Buttress adalah era baru dalam pendakian menuju Denali dan menawarkan pendekatan baru yang unik untuk menuju puncak. Penerbangan dari Talkeetna menuju S.E Fork (2.225 mdpl), base camp pendakian Denali, di Padang Salju Kahiltna memberikan sebuah pemandangan yang begitu luar biasa termasuk pemandangan Gunung Foraker dan Gunung Hunter. Dan ia juga menambahkan bahwa rute ini adalah sebuah rute yang menjanjikan sebuah pencapaian Puncak denali dalam persentase yang paling besar diantara semua rute menuju Puncak Denali. Jalur West Bruttress menurut AAI adalah jalur terbaik dengan tingkat kemungkinan terbesar untuk mencapai Puncak Denali. AAI sendiri mengclaim bahwa tingkat kesuksesan pendakiannya ke Denali adalah 80%.
Denali sering dianggap sebagai sebuah pendakian klasik di pegunungan kawasan Amerika. Dengan mendaki Denali, kita harus siap untuk menghadapi tingkat elevasi setinggi 3.969 meter vertikal dari bawah ke atas. Tidak akan dapat ditemui di gunung manapun di dunia ini dan tidak ada satu gunung pun di dunia yang menawarkan pemandangan menakjubkan yang berbeda tiap harinya kecuali Denali.
Pada pendakian Denali kali ini, Tim Mahitala Unpar akan membawa barang mereka sendiri dengan menggunakan sled atau papan salju. Dengan ini dapat diartikan bahwa Mahitala Unpar tidak akan menggunakan sama sekali jasa porter atau pengangkut barang seperti yang dapat kita temui di Kilimanjaro (porter), Everest(Yak dan sherpa) dan Aconcagua (porter dan mulas). Sangat beruntung Mahitala Unpar pernah berhasil menjajal Vinson Massif di Antartika Desember 2010 silam. Dan di Denali kita akan menggunakan teknik yang sama persis dengan itu walau tantangan di depan adalah jumlah barang yang lebih berat dan jalur yang 3 kali lebih panjang dan berbahaya. Setiap pendaki harus mampu membawa 30 kg beban di punggung sambil menarik 20 kg beban di kereta salju di high altitude. Mental setiap orang juga harus tangguh untuk menjawab setiap kondisi terberat. “Jangan pernah meremehkan Denali”, begitu yang ditulis AAI dalam websitenya. Di Denali setiap pendaki akan dijanjikan bertemu dengan angin berkecepatan 160 km/jam dan berkenalan dengan suhu minus 40 derajat Celsius. Di samping itu para pendaki Mahitala Unpar harus mengetahui secara pasti teknik glacier travel, crevasse rescue, cramponing, and expedition camping skill. Menarik bukan ?
No comments:
Post a Comment