Cerita ini terkisah waktu gue masih bekerja sebagai barisan garda berani mati (sales force) sebuah perusahaan ISP (Internet Service Provider). Di kantor kami yang sedang mencoba untuk berlari dengan cepat alias pengen maju, maka gue harus mencari client kakap potensial yang mampu untuk membeli bandwidth besar dengan harga mahal dari perusahaan kami. Akhirnya dapatlah gue sebuah sekolah internasional yang mau mengambil jasa internet dengan nilai yang cukup besar untuk ukuran tahun itu. Besar deh pokoknya....
Setelah melakukan beberapa sesi presentasi dan melihat kebutuhan dari sekolah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sekolah tersebut butuh kapasitas bandwidth yang sangat besar untuk menampung kegiatan siswa dan guru. Sedangkan kualitas dari Vsat (internet via satelit) yang dimiliki oleh sekolah tersebut kualitasnya makin menurun. Setelah melakukan beberapa kali ujicoba dan lainnya, terpasanglah sebuah antenna yang siap melayani kegiatan berinternet sekolah tersebut dan waktu ujicoba yang dispakati adalah 1 minggu. Tapi apa daya, cobaan selalu datang, sewaktu ujicoba dilaksanakan putuslah jaringan utama kabel bawah laut di perairan Taiwan yang menyebabkan segala macam kegiatan internet di Asia Tenggara terganggu. Ditanggukanlah proses ujicoba tersebut sampai reparasi kabel bawah laut itu selesai.
Setelah selesai (yg ternyata memakan waktu berbulan-bulan) akhirnya ujicoba kembali dilaksanakan dan hasilnya memuaskan. Dalam hati gue sangat senang karena akhirnya gue bisa berguna bagi perusahaan dengan menambahkan list konsumen kakap dan tentunya akan menambah pendapatan di bagian komisi.
Dari sinilah cerita ke"hebat"an seorang BOSS dimulai....
Setelah deal dengan pihak atau guru komputer maka gue harus mengurus harga dengan pihak administrasi sekolah yang ternyata memiliki asal yang sama dengan gue (dalam hati bilang...tampaknya bakalan lancar).
Walau melewati beberapa kali negosiasi harga yang cukup alot akhirnya disepakatilah sebuah harga yang kiranya pantas untuk mewakili jasa internet tersebut dengan Ppn senilai 10% dibebankan pada pihak sekolah dan tiap bulan kami harus memberikan bukti potong dalam sebuah formulir pajak standart. Dan sampai akhirnya pak X seorang dari kepala administrasi sekolah itu berkata, "Dy, saya kamu potong ppn 10% dan kamu saya potong Pph 4,5% ya." Saya bilang "Ok, ga masalah memang sepatutnya begitu"
Gue mengakui, gue lemah di pajak. Ini terbukti gue mengulang mata kuliah pajak sebanyak 3 kali dan berakhir dengan nilai pas-pasan untuk mendapatkan sebuah angka C. Tetapi ini bukan alasan bahwa gue bego-bego banget atau ga tau sama sekali di bidang pajak.
Sampai kantor gue melaporkan kejadian tersebut pada BOSS.
Gue : BOSS, misi sukses. Mereka puas dengan kualitas layanan kita dan akan berlangganan. Ppn akan kita potong sebanyak 10% dan Pph mereka potong sebanyak 4,5%.
Gue ngomong dengan santai sekali selayaknya seorang prajurit yang baru saja menaklukan sebuah benteng musuh dan menyerahkan bendera musuh kepada komandan saya.
Tapi ternyata.....
BOSS : "HAH !!!!! Lu gila, Dy ???? Masa dipotong 4,5% ??? Banyak banget itu !!! Pokoknya gue ga mau tau, lu atur client lu...gue ga mau bayar PPh. 4,5% tuh banyakkkkkkkkkkk !!!
Gue : "Ga bisa begitu, BOSS...Itu udah aturan. Dan kita harus ikut aturan, lagian ini Client kakap lohhhhh"
BOSS : "Gue ga mau tau. Pokoknya lu atur dan gue ha mau dipotong 4,5% !!!"
Gue cuman bisa membayangkan menjadi Obelix yang sedang mengetok-ngetok kepalanya sambi bilang "Orang Romawi memang gila !!!"
Akhirnya dengan penuh rasa dongkol dan yakin ga akan menang negosiasi kali ini, gue berangkat lagi besoknya ke sekolah tersebut. Dan hasilnya ?
Pak X : "Dy, mana boleh begitu...Itu kan sudah aturan pemerintah bahwa setiap jasa harus dipotong pajak pendapatan (PPh). Kamu yang fair dong, saya rela dipotong 10% untuk pajak masukan kamu, masa kamu ga rela dipotong 4,5% untuk laporan saya ke Dirjen Pajak ? kamu kuliah di mana sih ? Ngerti Pajak ga sih."
Gue : "Pak, saya mengerti Pajak dan itu memang sudah seharusnya. Saya tau itu PPh pasal 23 kok. Tapi saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan BOSS saya."
Pak X : "Wah, BOSS kamu kuliah di mana tuh ? BOSS kamu yang ga ngerti Pajak berarti ya ?"
Pengen banget gue jawab : "BOSS saya otaknya memang bonyok-bonyok gara-gara sering digamparin sama Obelix dan Asterix. Lalu waktu pingsan mulutnya diberakin sama Idefix !!!"
Dan akhirnya Pak X Berkata : "Gini deh, Dy. Kalo perusahaan kamu ga mau dipotong PPh, kami akan membatalkan kerjasama ini. Kami akan coba cari perusahaan lain yang lebih kompeten dan lebih mengerti soal PAJAK tentunya."
Gue : "Baik, Pak. Akan coba saya negosiasikan dulu dengan BOSS saya."
Sampai di kantor...
BOSS : Gimana ? mau dia ga dipotong ???
Gue : "Ga bisa BOSS, mereka lapor pajak itu resmi dan ketat, dan mereka ikut aturan yang berlaku. Kita tetep harus dipotong 4,5% dan saya rasa itu masig ok, karena margin kita masih sangat luassss."
BOSS : "Gue dah bilang, gue ga mau dipotong, masa gitu aja lo ga bisa atur. Masa mau aja lu di"makan" sama Medan juga. Diboongin sama Medan lu !!!"
Gue : Boss, itu udah aturan yg berlaku di Pajak manapun juga, kalau ga mau, mereka akan membatalkan transaksi ini.
BOSS : Wah, ngegas tuh Medan. Sekarang telp mereka dan bilang BATALIN AJA, gue ga mau dipotong degan alasan ga jelas kaya gini. Emang client cuman dia doang ?? Dan besok suruh teknisi cabut semua perangkat dari tuh sekolah !!!
Gue berkata dalam hati : Hebat lu BOSSSSSS, gaya lu kaya yg udah punya negara aja. Gue susah-susah cari client kakap lo tendang begitu aja.
Akhirnya gue menelepon Pak X dan membatalkan negosiasi dan meminta ijin untuk mencabut perangkat Internet yang sudah kami pasang dan melupakan kejadian ini jauh-jauh supaya gue ga gedeg dan bekerja dengan lebih baik lagi....
Sampai pada satu waktu.....
Sampailah sebuah surat edaran dari Direktorat Jendral Pajak nomor : PER-70/PJ/2007 tanggal 9 April 2007 yang menyatakan bahwa adanya peraturan baru penetapan objek pajak sesuai dengan PPh pasal 23 yang mengatur bahwa jasa-jasa berikut tidak dikenakan pemotongan PPh pasal 23 dan salah satu subnya tertulis : JASA INTERNET
Waduh BOSSSSSS, makan kulit durian aja lu sana !!!!!!
Ada satu waktu kita membahas lagi hal ini dengan entengnya BOSS berkata : "Di dunia Internet ternyata beda ya aturannya, yang gue ikutin itu pajak di Rekalme sih (dia punya bisnis Reklame)
Dalam hati lagi gue teriak : Waduhhh BOSSSSSS, lu sekolah di mana sihhhhhh ? Otak lu dilindes PANSER JERMAN KALIIIII !!!!"
Jelas-jelas yang namanya Pajak itu sama, kecuali kalo lu buka ISP di Aljazair sonoooo...mungkin bisa beda kali peraturan Pajaknya !!!
Setelah melakukan beberapa sesi presentasi dan melihat kebutuhan dari sekolah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sekolah tersebut butuh kapasitas bandwidth yang sangat besar untuk menampung kegiatan siswa dan guru. Sedangkan kualitas dari Vsat (internet via satelit) yang dimiliki oleh sekolah tersebut kualitasnya makin menurun. Setelah melakukan beberapa kali ujicoba dan lainnya, terpasanglah sebuah antenna yang siap melayani kegiatan berinternet sekolah tersebut dan waktu ujicoba yang dispakati adalah 1 minggu. Tapi apa daya, cobaan selalu datang, sewaktu ujicoba dilaksanakan putuslah jaringan utama kabel bawah laut di perairan Taiwan yang menyebabkan segala macam kegiatan internet di Asia Tenggara terganggu. Ditanggukanlah proses ujicoba tersebut sampai reparasi kabel bawah laut itu selesai.
Setelah selesai (yg ternyata memakan waktu berbulan-bulan) akhirnya ujicoba kembali dilaksanakan dan hasilnya memuaskan. Dalam hati gue sangat senang karena akhirnya gue bisa berguna bagi perusahaan dengan menambahkan list konsumen kakap dan tentunya akan menambah pendapatan di bagian komisi.
Dari sinilah cerita ke"hebat"an seorang BOSS dimulai....
Setelah deal dengan pihak atau guru komputer maka gue harus mengurus harga dengan pihak administrasi sekolah yang ternyata memiliki asal yang sama dengan gue (dalam hati bilang...tampaknya bakalan lancar).
Walau melewati beberapa kali negosiasi harga yang cukup alot akhirnya disepakatilah sebuah harga yang kiranya pantas untuk mewakili jasa internet tersebut dengan Ppn senilai 10% dibebankan pada pihak sekolah dan tiap bulan kami harus memberikan bukti potong dalam sebuah formulir pajak standart. Dan sampai akhirnya pak X seorang dari kepala administrasi sekolah itu berkata, "Dy, saya kamu potong ppn 10% dan kamu saya potong Pph 4,5% ya." Saya bilang "Ok, ga masalah memang sepatutnya begitu"
Gue mengakui, gue lemah di pajak. Ini terbukti gue mengulang mata kuliah pajak sebanyak 3 kali dan berakhir dengan nilai pas-pasan untuk mendapatkan sebuah angka C. Tetapi ini bukan alasan bahwa gue bego-bego banget atau ga tau sama sekali di bidang pajak.
Sampai kantor gue melaporkan kejadian tersebut pada BOSS.
Gue : BOSS, misi sukses. Mereka puas dengan kualitas layanan kita dan akan berlangganan. Ppn akan kita potong sebanyak 10% dan Pph mereka potong sebanyak 4,5%.
Gue ngomong dengan santai sekali selayaknya seorang prajurit yang baru saja menaklukan sebuah benteng musuh dan menyerahkan bendera musuh kepada komandan saya.
Tapi ternyata.....
BOSS : "HAH !!!!! Lu gila, Dy ???? Masa dipotong 4,5% ??? Banyak banget itu !!! Pokoknya gue ga mau tau, lu atur client lu...gue ga mau bayar PPh. 4,5% tuh banyakkkkkkkkkkk !!!
Gue : "Ga bisa begitu, BOSS...Itu udah aturan. Dan kita harus ikut aturan, lagian ini Client kakap lohhhhh"
BOSS : "Gue ga mau tau. Pokoknya lu atur dan gue ha mau dipotong 4,5% !!!"
Gue cuman bisa membayangkan menjadi Obelix yang sedang mengetok-ngetok kepalanya sambi bilang "Orang Romawi memang gila !!!"
Akhirnya dengan penuh rasa dongkol dan yakin ga akan menang negosiasi kali ini, gue berangkat lagi besoknya ke sekolah tersebut. Dan hasilnya ?
Pak X : "Dy, mana boleh begitu...Itu kan sudah aturan pemerintah bahwa setiap jasa harus dipotong pajak pendapatan (PPh). Kamu yang fair dong, saya rela dipotong 10% untuk pajak masukan kamu, masa kamu ga rela dipotong 4,5% untuk laporan saya ke Dirjen Pajak ? kamu kuliah di mana sih ? Ngerti Pajak ga sih."
Gue : "Pak, saya mengerti Pajak dan itu memang sudah seharusnya. Saya tau itu PPh pasal 23 kok. Tapi saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan BOSS saya."
Pak X : "Wah, BOSS kamu kuliah di mana tuh ? BOSS kamu yang ga ngerti Pajak berarti ya ?"
Pengen banget gue jawab : "BOSS saya otaknya memang bonyok-bonyok gara-gara sering digamparin sama Obelix dan Asterix. Lalu waktu pingsan mulutnya diberakin sama Idefix !!!"
Dan akhirnya Pak X Berkata : "Gini deh, Dy. Kalo perusahaan kamu ga mau dipotong PPh, kami akan membatalkan kerjasama ini. Kami akan coba cari perusahaan lain yang lebih kompeten dan lebih mengerti soal PAJAK tentunya."
Gue : "Baik, Pak. Akan coba saya negosiasikan dulu dengan BOSS saya."
Sampai di kantor...
BOSS : Gimana ? mau dia ga dipotong ???
Gue : "Ga bisa BOSS, mereka lapor pajak itu resmi dan ketat, dan mereka ikut aturan yang berlaku. Kita tetep harus dipotong 4,5% dan saya rasa itu masig ok, karena margin kita masih sangat luassss."
BOSS : "Gue dah bilang, gue ga mau dipotong, masa gitu aja lo ga bisa atur. Masa mau aja lu di"makan" sama Medan juga. Diboongin sama Medan lu !!!"
Gue : Boss, itu udah aturan yg berlaku di Pajak manapun juga, kalau ga mau, mereka akan membatalkan transaksi ini.
BOSS : Wah, ngegas tuh Medan. Sekarang telp mereka dan bilang BATALIN AJA, gue ga mau dipotong degan alasan ga jelas kaya gini. Emang client cuman dia doang ?? Dan besok suruh teknisi cabut semua perangkat dari tuh sekolah !!!
Gue berkata dalam hati : Hebat lu BOSSSSSS, gaya lu kaya yg udah punya negara aja. Gue susah-susah cari client kakap lo tendang begitu aja.
Akhirnya gue menelepon Pak X dan membatalkan negosiasi dan meminta ijin untuk mencabut perangkat Internet yang sudah kami pasang dan melupakan kejadian ini jauh-jauh supaya gue ga gedeg dan bekerja dengan lebih baik lagi....
Sampai pada satu waktu.....
Sampailah sebuah surat edaran dari Direktorat Jendral Pajak nomor : PER-70/PJ/2007 tanggal 9 April 2007 yang menyatakan bahwa adanya peraturan baru penetapan objek pajak sesuai dengan PPh pasal 23 yang mengatur bahwa jasa-jasa berikut tidak dikenakan pemotongan PPh pasal 23 dan salah satu subnya tertulis : JASA INTERNET
Waduh BOSSSSSS, makan kulit durian aja lu sana !!!!!!
Ada satu waktu kita membahas lagi hal ini dengan entengnya BOSS berkata : "Di dunia Internet ternyata beda ya aturannya, yang gue ikutin itu pajak di Rekalme sih (dia punya bisnis Reklame)
Dalam hati lagi gue teriak : Waduhhh BOSSSSSS, lu sekolah di mana sihhhhhh ? Otak lu dilindes PANSER JERMAN KALIIIII !!!!"
Jelas-jelas yang namanya Pajak itu sama, kecuali kalo lu buka ISP di Aljazair sonoooo...mungkin bisa beda kali peraturan Pajaknya !!!
1 comment:
MANIS...
Post a Comment