Itu kurang lebih kalimat yang banyak gue dengar kemarin tanggal 21 April 2009. For what ? Karena dia berhasil mengangkat harkat hidup para wanita Indonesia ? Atau dia berhasil menciptakan buku Door Duistermis tox Licht atau yang sering kita dengar waktu SD dengan sebutan "Habis Gelap Terbitlah Terang" dari kelebihan waktu luang untuk surat-suratan sama teman-teman wanitanya di Belanda ?
Gue bukan salah satu penganut "MAN IS THE BEST THAN OTHERS!", dan gue sangat menghargai kesetaraan gender. Pria dan Wanita berada di sebuah garis horisontal yang sejajar. Tidak ada yang lebih tinggi satu sama lain...SEJAJAR!
Tapi seiring dengan berkembangnya waktu, gue makin heran kok ada salah kaprah sama kesetaraan gender ini. Sering gue denger celotehan "Emang cowo doang yang bisa cari nafkah ?" atau "Emang cowok doang yang bisa ambil keputusan?" atau lagi "Emang cowok doang yang bisa mimpin keluarga ini ?" Mungkin aja bisa gue balas "Silahkan aja mulai hari ini cewe-cewe jadi Anak Buah Kapal, jadi kuli panggul di pasar, jadi kuli di pelabuhan, jadi hansip, jadi pastor, jadi dsb, dsb, dsb"
Tapi itu kan hanya pikiran sempit yang akan menghasilkan debat kusir yang tidak akan berujung.
Wanita dan pria itu berbeda, tidak bisa disamakan, itu intinya ! Pria punya burung dan wanita punya gunung. Masing-masing puya kelebihan dan kekurangan yang oleh Sang Pencipta sengaja disediakan untuk kita dapat hidup saling melengkapi, saling dukung dan saling jaga. Bukan perang dengan kalimat "GUE BISA KOK MELAKUKAN APA YANG LO (pria) LAKUKAN !"
Masing-masing sudah berjalan pada koridornya masing-masing. Pria berasal dari Mars yang kalo punya masalah cenderung akan mengunci dir dalam "goa"nya untuk sementara, melupakan segala sesuatu sambil melakukan aktifitas untuk melupakan sejenak. Wanita dari Venus yang cenderung akan bercerita mengeluarkan sisi hati kepada sesamanya atau lawan jenisnya, dengan begitu mungkin mereka bisa lebih plong dan lega.
Kenapa pria yang mencari nafkah dan wanita yang mengurus rumah serta anak? Ini juga bukan hal yang begitu aja terjadi. Kalo pikiran simpel gue sih, "Gue hanya tidak ingin tangan-tangan kasar gue ini yang digunakan untuk membesarkan si kecil anak kita dan alangkah baiknya tangan si mama yang halus dan kasih sayang yang membesarkan anak kita."
Tapi gue juga tidak picik bahwa wanita tidak boleh jadi wanita karir atau wanita punya bisnis sendiri. Yang jelas masing-masing punya hak dan tanggung jawab masing-masing.
Gue sangat benci dengan USA yang masih aja mempraktekkan perbedaan gender dengan kalahnya Hillary dalam pemilihan lanjutan menjadi The First Mrs. President United States of America. Dan betapa bangganya gue dengan Indonesia yang pernah mengijinkan Wanita memimpin negeri ini. Setidaknya kita sudah lebih jauhhhhh melangkah dalam masalah kesetaraan gender dibandingkan dengan USA.
Selamat Hari Kartini, semoga wanita Indonesia makin maju !
Gue bukan salah satu penganut "MAN IS THE BEST THAN OTHERS!", dan gue sangat menghargai kesetaraan gender. Pria dan Wanita berada di sebuah garis horisontal yang sejajar. Tidak ada yang lebih tinggi satu sama lain...SEJAJAR!
Tapi seiring dengan berkembangnya waktu, gue makin heran kok ada salah kaprah sama kesetaraan gender ini. Sering gue denger celotehan "Emang cowo doang yang bisa cari nafkah ?" atau "Emang cowok doang yang bisa ambil keputusan?" atau lagi "Emang cowok doang yang bisa mimpin keluarga ini ?" Mungkin aja bisa gue balas "Silahkan aja mulai hari ini cewe-cewe jadi Anak Buah Kapal, jadi kuli panggul di pasar, jadi kuli di pelabuhan, jadi hansip, jadi pastor, jadi dsb, dsb, dsb"
Tapi itu kan hanya pikiran sempit yang akan menghasilkan debat kusir yang tidak akan berujung.
Wanita dan pria itu berbeda, tidak bisa disamakan, itu intinya ! Pria punya burung dan wanita punya gunung. Masing-masing puya kelebihan dan kekurangan yang oleh Sang Pencipta sengaja disediakan untuk kita dapat hidup saling melengkapi, saling dukung dan saling jaga. Bukan perang dengan kalimat "GUE BISA KOK MELAKUKAN APA YANG LO (pria) LAKUKAN !"
Masing-masing sudah berjalan pada koridornya masing-masing. Pria berasal dari Mars yang kalo punya masalah cenderung akan mengunci dir dalam "goa"nya untuk sementara, melupakan segala sesuatu sambil melakukan aktifitas untuk melupakan sejenak. Wanita dari Venus yang cenderung akan bercerita mengeluarkan sisi hati kepada sesamanya atau lawan jenisnya, dengan begitu mungkin mereka bisa lebih plong dan lega.
Kenapa pria yang mencari nafkah dan wanita yang mengurus rumah serta anak? Ini juga bukan hal yang begitu aja terjadi. Kalo pikiran simpel gue sih, "Gue hanya tidak ingin tangan-tangan kasar gue ini yang digunakan untuk membesarkan si kecil anak kita dan alangkah baiknya tangan si mama yang halus dan kasih sayang yang membesarkan anak kita."
Tapi gue juga tidak picik bahwa wanita tidak boleh jadi wanita karir atau wanita punya bisnis sendiri. Yang jelas masing-masing punya hak dan tanggung jawab masing-masing.
Gue sangat benci dengan USA yang masih aja mempraktekkan perbedaan gender dengan kalahnya Hillary dalam pemilihan lanjutan menjadi The First Mrs. President United States of America. Dan betapa bangganya gue dengan Indonesia yang pernah mengijinkan Wanita memimpin negeri ini. Setidaknya kita sudah lebih jauhhhhh melangkah dalam masalah kesetaraan gender dibandingkan dengan USA.
Selamat Hari Kartini, semoga wanita Indonesia makin maju !
1 comment:
iya kok, konsep sejajar ma lelaki emang makin aneh..kadang prempuan emang suka lupa kodrat huehehe..
kadang sok maksa bisa, tp buntutnya suka minta dikasihanin ma laki juga euy..mwehehehehe... :D
*yang nulis ini prempuan juga*
Widun.~
Post a Comment