StatCount

04 April 2009

Bandung Lautan Memori

Kemarin tanggal 27 Maret 2009, gue menyempatkan diri ke Bandung untuk urusan sidejob motret kawinan. Seharusnya gue berangkat pagi hari setelah sebelumnya ijin cuti gue diapprove. Tapi tampaknya load kerjaan sedang tinggi yang menyebabkan gue untuk membataklan cuti dan menyusul ke Bandung dengan menggunakan kereta Parhayangan keberangkatan terakhir. Tapi gak nyesel juga ga ikut kedua temen gue yang naik mobil. Dan dari situlah cerita ini bergulir....

Jadi, setelah gue menginjakkan kaki (entah berapa ratus kali) di Stasiun Hall Bandung malam hari, gue berjalan ke depan dengan pikiran "naik apa ya ke Ciumbuleuiet??". Tapi akhirnya gue memutuskan untuk menumpoangi sebuah angkot ungu janda bertuliskan Tegalega-Cisitu.

Akhirnya singkat cerita gue turun di pertigaan (kiri ke Simpang Dago dan kanan ke Dago) dekat dengan ITB. Gue sempat berfikir di situ, "Naik angkot ke Gandok atau jalan kaki aja ya ??" Dan gue memutuskan jalan kaki saja...iseng !


Gue menyusuri Jalan Siliwangi dan melewati gravity anak FSRD ITB yang panjangnya bukan main (hebat euy...!). Sayang kurang terang jadi ga bisa terlalu menikmati hasil karya mereka. Nah, disepanjang jalan ini gue tersenyum-senyum sendiri dan kadang-kadang tertawa kecil. Oh, GOD ! Berapa lama gue meninggalkan Bandung yas setelah gue diwisuda di awal 2006 ? Ini memang hal yang ga pernah gue lakukan di Bandung sebelumnya, jalan-jalan malam hari senidri sambil celingak-celinguk kiri kanan dan tersenyum puas. Ah, nikmat sekali. Memori-memori lama seakan terkuak kembali.


Sampai akhirnya setelah melewati jembatan di jalan Siliwangi (sebelah jembatan yang konon katanya angker dan pernah ada anak kecil yang meninggal tertabrak di situ. Masih ramai, jadi ga takut melewat jembatan itu. Setelah itu jalan sedikit menanjak. Dan ketika gue menengok ke kanan...WALAH ! Sebuah toko dengan tulisan dan hiasan yang eyecatching buat gue. "Sebuah Sex Shop rupanya (masih ada toh...!). Gue teringat banyak sekali mutut yang menceritakan mengenai toko ini. Salah satunya teman kampus gue yang bercerita pernah mengunjungi toko ini dan membeli beberapa buah kondom bentuk-bentuk unik mulai dari model bertanduk sampai model berduri-duri. Menurutnya toko ini memang mnim display dan semua barang-barangnya disimpan di gudang bawah toko tersebut. Katanya dengan porno, "Lo mau sex doll aja ada di situ !!" Ada-ada saja...


Setelah beberapa saat gue berjalan kembali tibalah gue di sebuah perempatan yang cukup ramai. Orang kerap menyebutnya Gandok, sebuah perempatan yang menjadi percabangan tujuan untuk ke daerah Dago kalau belok ke kiri atau ke daerah Cihampelas kalu belok ke kanan. Di Gandok ini banyak sekali advertising yang sengaja dipajang. Mulai dari baliho, billboard, spanduk, poster, dsb,dsb mewarnai gandok yang memang sangat padat bila jam-jam tertentu. Dari sini gue memutuskan untuk berheti berjalan karena menuju Upar jalannya cukup menanjak dan gue malas menghadapi tanjakan Ciumbuleuit ini. Akhirnya gue menyewa ojek dan langsung tancap gas menuju Unpar.

Seluruh rangkaian kejadian ini brelangsung kira-kira 20 menit, tapi hebatnya bisa berbekas hingga sekarang (sampai sekarang pun gue mengetik dengan diiringi senyum-senyum kecil)...hehehehe...serunya !

No comments: