Hehehehe....kangen ya. Terakhir ke sana ketemu Leni,Soni dan Ci On. Sayang ya Ois sedang melaut....
Sony cerita sekarang sudah jarang orang Bajau yang melaut karena
teripang sudah habis semua. Saya masih ingat di rumah Leni teripang
banyak sekali. Lalu kalau hasil laut sudah tidak ada, orang Bajau hidup
pakai apa? Dulu kalau tidak salah setiap Rabu/Kamis semua leppa mendekat
ke daratan dan ada pasar mingguan. Saya masih ingat diajak Ci On ke
sana untuk liat-liat pasar. Selain itu juga masih ingat dengan Uwa Micin
yang bisa cerita sampai berjam-jam menjawab pertanyaan kami. Seru
sekali yaaa...
Felix, Icun, Doddy dan Nengah...
Tahun 2010 (benar tidak Ci On dan Leni?) gue balik lagi ke sana.
Banyak sekali yang berubah. Rumah Ci On sudah pindah di darat, sekolah
juga sudah pindah, tapi pindah kesebelah saja. Sekarang sekolah pakai
panggung. Desa Torosiaje sekarang sudah jadi desa wisata. Kalau masuk
harus bayar, tapi karena saya ngaku kenal dengan semua orang di situ
saya tidak usah bayar, gratis diantar sampai ke rumah Ois. Yang pertama
kali saya cari adalah Pak Reman, tapi ternyata beliau sudah
meninggal.Akhirnya nekat datang ke rumah Leni, dan ehhh...Leni masih ada
dan masih ingat dengan saya. Kaget sekali ya waktu itu, Len? Papa dan
mama mu juga masih ingat sama saya. Lalu sempat mampir ke sekolah untuk
berikan sumbangan buku-buku yang kita patungan. Sori ya terpaksa gue
minta dengan paksa supaya ngasihnya banyak. Kalo ngasihnya sedikit
percuma datang jauh-jauh bawanya cuman sedikit,malu! Selfi sekarang
sudah di Gorontalo, sudah menikah. Waktu ke Gorontalo sayang ya ga
sempat ketemu sama Selfi lagi. Mungkin kalo ada kesempatan masih bisa
ketemu lagi. Dan sebenarnya buat saya bingung/heran, anak-anak kecil di
Torosiaje sudah lai-lari dengan handphone di tangan. Ternyata signal Telkomsel kuat sekali di sana. Jadi kalau suatu saat kita ke sana lagi,
kita bawa oleh-oleh bola atau mainan, sudah tidak laku lagi. Mungkin
sekarang mereka lebih tertarik dengan gadget. Tapi mau gimanapun dunia
pasti berubah dan berkembang.
Ci On, Leni dan Selfi...
Berarti sudah berapa lama ya semenjak terakhir kita berlima ke sana?
Ngajar pramuka yang ceritanya persami di lapangan sebelah rumah Ci On
dan Leni, ternyata malamnya tidur di kelas.hehe
Tahun Agustus 2000 ya. Sudah 12 tahun rupanya,lama juga ya. Satu lagi
terakhir, sebenarnya salah satu tujuan kami ke Torosiaje adalah cari
lagu daerah, dan ketemu juga rupanya. Waktu sidang laporan perjalanan
pengamatan ke Suku Bajau Torosiaje, kami disuruh sama kakak-kakak senior
untuk nyanyi lagu ini di depan umum untuk buktikan bahwa kami
benar-benar menghayati perjalanan kami di Torosiaje. Dan Kami Bisa!
Ci On, Leni dan Selfi masih ingat dong lagunya?
Kalo Icun, Nengah, Felix dan Doddy masih ingat?
Kalau saya tentu saja masih ingat!
Sampai ketemu lagi ya!
==============================
TOROSIAJE
Torosiaje pamanang kedadiangku
Iama entangku sekali
Mauyateo aku neleiya
Atekusina sudah tutuku
Torosiajete…Torosiajete…Torosiajete…Torosiajete…
Kampoku nggai tambanangku
Arana memona sekali
Madilao pamanang kedadiangku
Atoana…anggurana…
Mandirumemo entangku…
Di bawah adalah foto-foto oleh-oleh dari Torosiaje. Enjoy!
| Waktu sampai di pertigaan, plang ini yang membuat saya bertanya-tanya, "Seperti apa sekarang di dalam sana!?!?" |
| Masuk ke dalam, ada tanda selamat datang, "Ahh, sudah sampai Bahari Jaya!" |
| Desa wisata! Masuk bayar karcis, tapi saya tidakkkkk! |
| Jembatan ini dulu kayu dan harus melangkah perlahan-lahan supaya ga terjeblos dalam kubangan lumpur |
![]() |
| Ini semacam dermaga kecil sebagai penghubung antara daratan dan desa lepas pantai. Sekarang sudah baik, dulu yang masih kayu sekarang sudah diganti menjadi semen |
| Perahu/leppa yang tidak berubah sama sekali bentuknya. Untuk ojek penyebrangan seperti ini, cadik di kanan-kirinya tidak dipasang |
| Kalo dulu kita memasalahkan jembatan yang tidak kunjung selesai hingga ke Desa Bahari Jaya, Sekarang berkembang, tiang listrik sudah ada, listriknya ga nyambung-nyambung! |
| Jembatan yang menghubungkan Desa Bahari Jaya dengan Desa Mutiara |
| Sekolah sekarang pindah ke antara rumah Ci On dan Mesjid. Digunakan panggung dengan kayu-kayu yang cukup kuat |
| Yup! Mesjid kokoh itu masih berdiri, tidak berubah dan bergerak sedikitpun. Felix menyebutnya,"Laksana Borobudur yang ada di tengah laut!" |
| Sebelah kiri rumah Leni dan sebelah kanan yang dulunya rumah Ci On (Ci On sudah pindah ke darat) berganti menjadi sekolah |
| Tanggul penahan ombak di belakang rumah Leni |
| Pemandangan di belakang rumah Leni. Saya memotret ini dan Felix bilang bahwa saya mengkopi anglenya 12 tahun lalu. HAHAHHAHAHAHA |
| Ada yang berubah dari mereka? Mereka masih ingat saya, Nengah, Icun, Felix dan Doddy. Bahkan Ci On sempat telp Icun di sini. Ki-ka : Leni, Ibunya Ci On, Ci On, dan saya |

No comments:
Post a Comment