StatCount

07 November 2012

Torosiaje

Hehehehe....kangen ya. Terakhir ke sana ketemu Leni,Soni dan Ci On. Sayang ya Ois sedang melaut....

Sony cerita sekarang sudah jarang orang Bajau yang melaut karena teripang sudah habis semua. Saya masih ingat di rumah Leni teripang banyak sekali. Lalu kalau hasil laut sudah tidak ada, orang Bajau hidup pakai apa? Dulu kalau tidak salah setiap Rabu/Kamis semua leppa mendekat ke daratan dan ada pasar mingguan. Saya masih ingat diajak Ci On ke sana untuk liat-liat pasar. Selain itu juga masih ingat dengan Uwa Micin yang bisa cerita sampai berjam-jam menjawab pertanyaan kami. Seru sekali yaaa...

Felix, Icun, Doddy dan Nengah...
Tahun 2010 (benar tidak Ci On dan Leni?) gue balik lagi ke sana. Banyak sekali yang berubah. Rumah Ci On sudah pindah di darat, sekolah juga sudah pindah, tapi pindah kesebelah saja. Sekarang sekolah pakai panggung. Desa Torosiaje sekarang sudah jadi desa wisata. Kalau masuk harus bayar, tapi karena saya ngaku kenal dengan semua orang di situ saya tidak usah bayar, gratis diantar sampai ke rumah Ois. Yang pertama kali saya cari adalah Pak Reman, tapi ternyata beliau sudah meninggal.Akhirnya nekat datang ke rumah Leni, dan ehhh...Leni masih ada dan masih ingat dengan saya. Kaget sekali ya waktu itu, Len? Papa dan mama mu juga masih ingat sama saya. Lalu sempat mampir ke sekolah untuk berikan sumbangan buku-buku yang kita patungan. Sori ya terpaksa gue minta dengan paksa supaya ngasihnya banyak. Kalo ngasihnya sedikit percuma datang jauh-jauh bawanya cuman sedikit,malu! Selfi sekarang sudah di Gorontalo, sudah menikah. Waktu ke Gorontalo sayang ya ga sempat ketemu sama Selfi lagi. Mungkin kalo ada kesempatan masih bisa ketemu lagi. Dan sebenarnya buat saya bingung/heran, anak-anak kecil di Torosiaje sudah lai-lari dengan handphone di tangan. Ternyata signal Telkomsel kuat sekali di sana. Jadi kalau suatu saat kita ke sana lagi, kita bawa oleh-oleh bola atau mainan, sudah tidak laku lagi. Mungkin sekarang mereka lebih tertarik dengan gadget. Tapi mau gimanapun dunia pasti berubah dan berkembang.

Ci On, Leni dan Selfi...
Berarti sudah berapa lama ya semenjak terakhir kita berlima ke sana? Ngajar pramuka yang ceritanya persami di lapangan sebelah rumah Ci On dan Leni, ternyata malamnya tidur di kelas.hehe
Tahun Agustus 2000 ya. Sudah 12 tahun rupanya,lama juga ya. Satu lagi terakhir, sebenarnya salah satu tujuan kami ke Torosiaje adalah cari lagu daerah, dan ketemu juga rupanya. Waktu sidang laporan perjalanan pengamatan ke Suku Bajau Torosiaje, kami disuruh sama kakak-kakak senior untuk nyanyi lagu ini di depan umum untuk buktikan bahwa kami benar-benar menghayati perjalanan kami di Torosiaje. Dan Kami Bisa!
Ci On, Leni dan Selfi masih ingat dong lagunya?
Kalo Icun, Nengah, Felix dan Doddy masih ingat?

Kalau saya tentu saja masih ingat!
Sampai ketemu lagi ya!

==============================
TOROSIAJE

Torosiaje pamanang kedadiangku
Iama entangku sekali
Mauyateo aku neleiya
Atekusina sudah tutuku
Torosiajete…Torosiajete…Torosiajete…Torosiajete…
Kampoku nggai tambanangku
Arana memona sekali
Madilao pamanang kedadiangku
Atoana…anggurana…
Mandirumemo entangku…

Di bawah adalah foto-foto oleh-oleh dari Torosiaje. Enjoy!

Waktu sampai di pertigaan, plang ini yang membuat saya bertanya-tanya, "Seperti apa sekarang di dalam sana!?!?"

Masuk ke dalam, ada tanda selamat datang, "Ahh, sudah sampai Bahari Jaya!"

Desa wisata! Masuk bayar karcis, tapi saya tidakkkkk!

Jembatan ini dulu kayu dan harus melangkah perlahan-lahan supaya ga terjeblos dalam kubangan lumpur

Ini semacam dermaga kecil sebagai penghubung antara daratan dan desa lepas pantai. Sekarang sudah baik, dulu yang masih kayu sekarang sudah diganti menjadi semen
Perahu/leppa yang tidak berubah sama sekali bentuknya. Untuk ojek penyebrangan seperti ini, cadik di kanan-kirinya tidak dipasang
Kalo dulu kita memasalahkan jembatan yang tidak kunjung selesai hingga ke Desa Bahari Jaya, Sekarang berkembang, tiang listrik sudah ada, listriknya ga nyambung-nyambung!

Hehehehehehehe...inilah yang membuat kita seperti sanak kecil melihat mainan baru 12 tahun lalu. Keluar dari hutan bakau, pemandangan menakjubkan desa tengah laut. Dan rasa itu masih tetap ada, tersenyum-senyum sendiri kegirangan sewaktu kembali ke Torosiaje

Dulu Felix tidak mungkin lari di sini, beberapa kali percobaan selalu jatuh tersandung. Sekarang sudah rapi, ngebut kaya di jalan tol. Dan jembatan ini juga menghubungkan antara Desa Bahari Jaya dengan Desa Mutiara, jadi kalo mau mengunjungi pacar di desa seberang sudah tidak usah mendayung leppa lagi
Jembatan yang menghubungkan Desa Bahari Jaya dengan Desa Mutiara
Rumah Pak Reman dan Ois. Masih ingat? Tidak berubah sama sekali rasanya. Pak reman ternyata sudah meninggal. Walau kita dulu sempat bermasalah sama dia, saya cukup sedih juga memikirkan dia. Ois sedang melaut, sayang ga bisa ketemu

Sekolah sekarang pindah ke antara rumah Ci On dan Mesjid. Digunakan panggung dengan kayu-kayu yang cukup kuat

Masih ingat? Dulu kita mengajar menyanyi anak-anak Bajau yang mengadakan persami di sini, atau menonton pemuda main sepak takraw di ini. Sekarang bangunan sekolah sudah jadi rumah dinas untuk kepala sekolah dan guru-guru

Yup! Mesjid kokoh itu masih berdiri, tidak berubah dan bergerak sedikitpun. Felix menyebutnya,"Laksana Borobudur yang ada di tengah laut!"
Sebelah kiri rumah Leni dan sebelah kanan yang dulunya rumah Ci On (Ci On sudah pindah ke darat) berganti menjadi sekolah

Ingat dengan Soni? malam pertama, saya ngobrol semalam suntuk dengan dia. Orang yang keras mencari uang dan ingin berjualan Lobster. Katanya,"Saya bisa kirim kamu Lobster segar dan satu hari sampai Jakarta dengan Batavia Air!" Hebat Soni, sudah tau Batavia Air dia.

Tanggul penahan ombak di belakang rumah Leni

Pemandangan di belakang rumah Leni. Saya memotret ini dan Felix bilang bahwa saya mengkopi anglenya 12 tahun lalu. HAHAHHAHAHAHA
Tanah di belakang rumah Leni. Dulu tempat ini penuh dengan tripang. Tapi sejak tripang sudah habis, diganti dengan kambing. Menurut ayah Leni, kambing di sini kebal dengan penyakit kulit karena tinggal di laut lepas

Ada yang berubah dari mereka? Mereka masih ingat saya, Nengah, Icun, Felix dan Doddy. Bahkan Ci On sempat telp Icun di sini. Ki-ka : Leni, Ibunya Ci On, Ci On, dan saya

No comments: