StatCount

28 December 2011

Jordan Romero, The Seven Summiteers Termuda

Link from : Warta Kota Live

REKOR dunia pendakian gunung kembali terpecahkan. Kali ini tidak tangung-tanggung, seorang remaja kebangsaan Amerika Serikat, Jordan David Romero, yang pada bulan Juli 2011 silam berumur 15 tahun berhasil mengukuhkan dirinya sebagai pendaki termuda dunia yang berhasil menjadi the seven summiteers. Rekor pendaki termuda direbut Jordan dari tangan seorang remaja berwarganegara Inggris bernama George Atkinson yang berhasil menggenapi pencapaian tujuh puncak tertinggi dunia ketika ia berumur 16 tahun.
Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika adalah gunung terakhir yang dicapai Romero tepat pada malam Natal lalu (24/12). Di puncak tertinggi benua Antartika tersebut ia bahkan sempat menelpon Ibu kandungnya, Leigh Ann Drake untuk mengabarkan pencapainnya itu. Angin berkecepatan 27 km/jam menjatuhkan suhu di minus 32 derajat Celsius malam itu.
Romero beserta timnya yang terdiri dari Paul Romero (ayah) dan Karen Lundgern (ibu tiri) mendaki Vinson Massif sejak Rabu (21/12) dari Vinson Base Camp di ketinggian 2.310 mdpl. Pendakian seven summits yang memakan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit ini telah dimulai oleh Jordan sejak tahun 2006.
Pada bulan Juli 2006 ia berhasil mencapai Puncak Kilimanjaro, Afrika dan mengukuhkan dirinya sebagai yang termuda mencapai puncak tersebut pada umur sepuluh tahun. Puncak Kusciuszco di benua Australia menjadi saran selanjutnya dan berhasil dicapai pada bulan April 2007. Langkah selanjutnya adalah benua Eropa yang menempatkan dirinya sebagai pendaki termuda dengan umur sepuluh tahun setelah ia berhasil mencapai Puncak Elbrus di Rusia pada bulan Juli 2007.
Rekor pendaki termuda juga ia raih ketika mendaki Gunung Setan, Aconcagua di Argentina, Amerika Selatan pada bulan Desember 2007 pada umur sepuluh tahun. Usahanya untuk mengantongi lebih banyak predikat pendaki termuda di tiap-tiap gunung harus terhenti ketika ia berhasil mencapai Puncak Denali di Alaska Amerika Utara pada bulan Juni 2008 ketika ia berumur 11 tahun (rekor dipegang oleh Galen Johnston yang mencapai Puncak Denali pada umur 11 tahun. Galen Johnston lebih muda 4 bulan dibanding Jordan Romero sewaktu ia mencapai Puncak Denali).
Pengumpulan rekor pendaki termuda tidak terhenti di begitu saja, pada bulan September 2009, Jordan kembali mengukir sejarah sebagai pendaki termuda pada umur 11 tahun yang berhasil mendaki Carstensz Pyramid di Indonesia yang mewakili benua Austranesia. Akhirnya prestasi tertinggi dalam pendakian seven summits berhasil digapainya ketika ia berhasil mendaki Everest di Nepal/Tibet dan menjadikannya sebagai pendaki termuda yang mendaki atap tertinggi dunia tersebut pada umur 13 tahun pada bulan Mei 2010.
Dunia mengenal ada dualisme dalam pencapaian seven summits ini. Yang pertama adalah seven summits versi Richard “Dick” Bass yang menjadikan Gunung Kusciuszco (2.228 mdpl) sebagai yang tertinggi mewakili Lempeng Australia (dikenal dengan istilah Dick Bass’ list). Dan yang kedua adalah versi Reinhold Messner yang memiliki teori lain bahwa puncak tertinggi di kawasan Lempeng Australia bukanlah Kusciuzco tetapi Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua, Indonesia yang mewakili Lempeng Australia (Messner’s list).
Teori ini dilemparkan oleh Messner karena menurutnya bahwa sebenarnya Papua dan Australia dahulu menjadi satu dan tidak terpisahkan hingga sekarang kita mengenalnya sebagai Lempeng Austranesia. Kontroversi tersebutlah yang memutuskan untuk mendaki delapan puncak tersebut. Jordan Romero berhasil mendaki seluruh gunung yang menjadi Dick Bass’ list dan Messner’s list atau dunia lebih mengenalnya dengan istilah 7+1. Kini taktah the seven summiteers termuda sukses diduduki oleh Jordan Romero. Sampai kapankah rekor tersebut dapat dipatahkan kembali? Tampaknya dunia pendakian gunung semakin menarik saja untuk diikuti. (Audy Tanhati, anggota Mahitala Unpar, Bandung)

No comments: