Tim, sesungguhnya engkau adalah
pria yang mempesona, pria yang bisa membuatku terenyuh oleh setiap gelak rupa
dan semua kepolosanmu lewat rangkaian kalimat yang keluar lewat bibir tipismu.
Bila ku ingat, rasanya sudah setahun lebih kita bertemu semenjak paduan suaramu
mengadakan sebuah konser mini di kotaku. Kita hanya kenal begitu-gitu saja. Aku
tau kamu dan kamu juga tau kamu, cuman sebatas itu saja. Tapi aku pun lupa apa
yang membuat kita menjadi mulai dekat satu sama lain, ketika aku iseng
mengajakmu menonton bioskop yang filmnya mengisahkan aksi berani para kurir
pengirim surat dan paket dengan sepeda di pedalaman kota metropolitan New York.
Andai saja kau tau, kamu begitu
mempesonakanku lewat kehidupanmu yang renyah dan pengalaman-pengalaman yang
mungkin tidak pernah terpikirkan oleh ku. Ya, sebulan lebih aku mengenal
dirimu. Rasa haus ingin tau mengenai dirimu seperti banjir bandang yang tidak
bisa dibendung oleh rintangan apa pun juga. Aku merekam semua perkataanmu,
semua text emailmu dan mencernanya lewat porsesor di otakku dan mencoba membuat
beberapa kesimpulan-kesimpulan kecil untuk lebih mengenal dirimu. Sesungguhnya
aku menikmati itu semua, menikmati kedekatan dengan dirimu.
Tapi tampaknya aku hanya bisa
berharap dan bermimpi. Setelah obrolan kita waktu itu. Obrolan yang sebenarnya
cukup mudah ku cerna dan ku telaah. Harus ku akui bahwa sejak saat itu kau
memang sudah berubah. Berubah untuk menjauh dariku takala prosesor otakku tidak
mampu mencerna apa maumu. Ya, Tim....kamu berubah! Segala macam dan upaya ku
coba, tapi rasanya tidak seperti yang ku harapkan. Tapi akhirnya aku mengerti
dan memahami dirimu, bahwa kamu adalah seorang....POWER RANGER!

No comments:
Post a Comment