StatCount

20 November 2009

Berjuang Sampe Mampus

Katakanlah ini adalah sebuah perang
Sepasukan tentara yang dipimpin oleh seorang Jendral sengan semangat membara
seperti tidak takut menghadapi neraka tingkat ke tujuh

Mereka berjalan serempak, kompak dan dengan gagah tentunya
Sambil berjalan sang Jendral tetap mengobarkan semangat yang rasanya cukup ciamik punya

Musuh di depan mata mereka terjang
Musuh di depan mata mereka hajar
Musuh di depan mata mereka bantai

Dan tibalah sang jendral dan sepasukan tentaranya yang gagah berani di depan benteng utama
Yang ternyata setelah pertempuran cukup alot tidak runtuh sedikitpun juga
Justru yang runtuh moral, semangat juang dan nyawa yang berguguran satu persatu

"Sulit....ini sangat sulit" derita si Jendral
Dia melihat darah berceceran di mana-mana, tubuh pasukannya bergelimpangan di mana-mana
"Inikah yang harus aku korbankan untuk MENAKLUKAN benteng itu" sang jedral berteriak dengan kepiluan ke arah langit.

"Apa saya harus mundur, harus menyerah kalah, harus mengakui bahwa benteng itu sangat kokoh dalam bertahan ?" sang Jendral berkata kepada ahli strateginya.
Ahli strategi hanya berkata, "Apa tujuanmu datang kemari pak Jendral ? Untuk menang atau mengakui kekalahan anda ?"

Sang Jendral seperti tersambar petir jutaan volt.
"Saya kemari dengan tekat harus menang dan saya harus berjuang sampe mampus... !!!" teriak sang Jendral

No comments: