Source : http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/pt-superbtex-paradigma-barang-recycle-masih-kurang
BANDUNG (bisnis-jabar.com ) – Sales Marketing PT Superbtex 2, Audy
Tanhati menyatakan, pada awal melakukan produksi tiga tahun lalu pihaknya
masih kesulitan dalam pemasaran karena paradigm masyarakat dan
perusahaan membeli barang bekas masih kurang.
Padahal, katanya, recycle barang bekas tersebut sangat aman dan nyaman untuk digunakan serta berdampak baik bagi lingkungan.
“Awal-awal kami sulit untuk memasarkan produk. Namun lambat laun
akhirnya produk kami lumayan diterima oleh beberapa perusahaan dan
masyarakat,” katanya kepada Bisnis hari ini.
Dia menjelaskan aktivitas produksi recycle sisa majun PT Superbtex merupakan satu-satunya di Indonesia.
“Kalaupun ada perusahaan tersebut memproduksi bahan baku yang tipis
sekitar 2 cm. Kalau di sini ketebalan baku bisa mencapai 20 cm,”
katanya.
“Bahan baku sisa majun ini di Amerika dan Eropa sudah favorit. Karena
jika bahan baku dibuat dari serat fiberglass bisa menimbulkan gatal dan
tidak baik untuk kesehatan bisa menimbulkan kanker.”
Selain memproduksi bahan baku, pihaknya juga memproduksi kasur ,
karpet, dan alat peredam dinding. Namun, masih dalam jumlah sedikit.
Audy menjelaskan dalam menjalankan aktivitas produksi pihaknya
memperkerjakan sebanyak 50 karyawan. “Untuk risiko produksi justru
sangat minim karena mesin khusus didapat dari Prancis sehingga bisa
mengantisipasi kebakaran.”
Menurutnya, mesin dari Prancis memiliki kelebihan karena keamanannya
yang terjamin. “Pada mesin sudah ada alat pemadam kebakaran otomatis.
Sehingga kalau terjadi kebakaran langsung menyemprot,” katanya.
Selain menggunakan mesin dari Prancis, lanjutnya, bahan bakar yang
digunakan untuk aktivitas produksi menggunakan elpiji dan listrik
sehingga ramah lingkungan.(k29/k32)
No comments:
Post a Comment