StatCount

14 March 2013

Mahitala Fun Bike III

Bandit Bike Mahitala adalah sebuatan bagi sekumpulan anggota Mahitala yang mempercayakan pantatnya pada sadel sepeda dan menambah jarak di depan mata dengan teknik memutar pedal. Sejarah berdirinya nama Bandit ini memang tidak melewati sekumpulan pembicaraan alot ataupun lewat rapat ini itu dengan mempertimbangkan visi, misi dan pengembangan berorganisasi ke depan. Bandit didirikan cukup lewat obrolan warung kopi yang diselingi canda tawa sambil bertanya "Besok mau gowes ke mana lagi nih?"

Pemilihan logo tengkorak yang menggunakan headphone pun juga dengan alasan yang cukup siple dan unik. Para pesepeda Mahitala tidak mau terikat pada aturan baku bersepeda itu sendiri. Masing-masing memiliki hak untuk menyampaikan asprasi dan menumpahkan kreasinya di setiap jalan yang kiranya laik untuk digilas oleh ban jenis dan ukuran apapun. Jadi jangan sekalipun menegur mereka,"Mana helm lu?" atau "Kenapa ga pake protactor?" atau "Ih, cuman bawa apel di kantong dan botol air...ga safety!" Para Bandit Bike Mahitala ini ibarat naik kelasnya anggota Mahitala ke tingkat yang sedikit lebih di atas. Jadi jangan khawatirkan hal tersebut, karena masing-masing memahami arti keselamatan dalam berkendaraan dan yang lainnya.

Seiring berjalannya waktu, para peminat pun kian menambah perbendaharaan peserta setiap kali para Bandit membuat acara. Banyak wajah-wajah baru bermunculan dengan gayanya yang cuek seakan di jidat mereka tertulis dengan kalimat yang di bold tebal "Sepeda aing...kumaha aing!". Lalu sering muncul pertanyaan-pertanyaan simple misalnya," Siapa ketua Bandit?" "Gimana caranya jadi Bandit?" Kadang kami-kami ini sering tersenyum simpul menjawabnya. Bandit itu ga perlu ketua dan tidak akan ada ketua. Kita berjalan dengan sistem kekeluargaan sama dengan organisasi induknya, Mahitala. Lalu kalau mau jadi Bandit gimana? Ya, simple...cukup bersepeda saja dan kamu layak untuk mengaku "Saya Bandit/Banditwati loh...."

Dan semakin berkembangnya jaman, maka bermunculan chapter-chapter untuk menampung keinginan dari masing-masih personal untuk mengembangkan keinginannya mencari peluh, adrenalin, wisata kuliner dan sebagainya sambil bersepeda. Muncullah 4 buah chapter yang sampai saat ini kerap saling bersinggungan dalam konteks untuk saling mempererat persaudaraan dan menambah jam terbang duduk di atas sadel. Mereka adalah :

1. City Boys
Adalah kumpulan pesepeda yang berdomisili di Jabodetabek. Hobi mereka rata-rata touring dan memilih jarak serta keragaman medan sebagai kelebihan dalam tiap aksinya bersepeda. Jadi untuk estimasi jarak jauh, pembagian beban dan stamina, mereka jagonya.

2. Lokal Boys
Adalah kumpulan pesepeda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Apakah mereka yang mengaku Lokal Boys juga mengaku Jawa Barat sebagai tempat tempat dia berdomisili, itu dikembalikan pada masing-masing pengaku. Dengan medan yang memiliki kontur yang bervariasi di lingkungan mereka, menjadikan offroad dan semi onroad menjadi kegemaran mereka bersepeda. Jadi kalau untuk short trip dan jalanan berlumpur, mereka selalu siap.

3. Interlokal Boys
Ini adalah chapter baru yang muncul di blantika dunia persepedahan Mahitala. Para punggawanya adalah Anggota Mahitala yang berada di luar Jabodetabek ataupun Bandung dst. Spesialisasi mereka masih belum terbaca. Tetapi yang jelas, mencari tiket murah untuk datang ke acara bersepeda Mahitala menjadi skill utama mereka.

4. Internasional Boys
Namanya masih samar-samar. Kadang ada dan lebih sering tidak kedengaran. Belum bisa diprediksi sama sekali.

Lalu bagaimana dengan Mahitala Fun Bike? Mahitala Fun Bike adalah sebuah sarana yang bertujuan untuk mengumpulkan seluruh pesepeda ataupun pengen bersepeda di Mahitala. Dengan kejutan-kejutan tiap tahun, acara ini sudah disepakati oleh Dewan Pengurus sebagai acara penyanding Dies Natalis Mahitala. MFB juga disepakati bersama sebagai acara pembuka dalam rangkaian panjang Dies Natalis Mahitala yang akan digelar selama 2 hari. Mahitala Fun Bike juga muncul akibat kurangnya momen pesepeda Mahitala untuk berkumpul dan "beradu pantun". Mahitala Fun Bike juga dipercaya sebagai ajang silahturahmi seluruh anggota Mahitala untuk memperkuat nilai kebersamaan hingga sebagai ajang untuk membuktikan jati diri. Juga tidak sedikit sebagai ajang untuk pertalian kasih dan perjodohan kilat. Lalu bagaimana dengan dana penggerak dan hadiah doorprize yang tiap tahun ada diundi malamnya di Dies? MFB 1 berhasil menghimpun dana dari berbagai donatur dan sponsor. Cukup untuk membeli doorprize sepeda fullbike dan perintilannya serta ratusan hadiah hiburan. Di MFB 2, muncul juga donatur-donatur yang ditodong sana sini untuk membeli sepeda fullbike sebagai hadiah dan juga ratusan hadiah hiburan (kalau tidak salah seluruh peserta dapat hadiah hiburan di sini). Lalu bagaimanakah dengan MFB 3? Apakah akan jadi seperti MFB 2, di mana para pesertanya dipungut biaya keikutsertaan Rp 15.000,00 untuk menutup biaya operasional acara? Atau akan muncul sepeda-sepeda full bike yang lebih banyak buah karya dari semakin banyaknya donatur-donatur serta sponsor-sponsor yang mau terlibat mengurangi emsisi gas kendaraan bermotor? Kita lihat saja nanti. Yang jelas Mahitala Fun Bike 3 akan menghadirkan kejutan-kejutan dasyat bagi semuanya.

Akhir kata, saya sebagai Ketua Panitia Mahitala Fun Bike III mengucapkan, selamat berlatih, selamat bongkar tabungan buat beli sepeda, selamat pusing cari pinjaman sepeda, selamat booking tiket pesawat, selamat bongkar gudang buat cari sepedanya yang berkarat dan berdebu, selamat servis sepedanya yang sudah lama tidak dicumbui, selamat terbakar-membakar dan SELAMAT DATANG DI PERSIAPAN MAHITALA FUN BIKE III...


Salam Bandit Anti Korupsi,
Divisi Propaganda dan Halusinasi





No comments: