Bandit Bike Mahitala adalah sebuatan bagi sekumpulan anggota Mahitala
yang mempercayakan pantatnya pada sadel sepeda dan menambah jarak di
depan mata dengan teknik memutar pedal. Sejarah berdirinya nama Bandit
ini memang
tidak melewati sekumpulan pembicaraan alot ataupun lewat rapat ini itu
dengan mempertimbangkan visi, misi dan pengembangan berorganisasi ke
depan. Bandit didirikan cukup lewat obrolan warung kopi yang diselingi
canda tawa sambil bertanya "Besok mau gowes ke mana lagi nih?"
Pemilihan logo tengkorak yang menggunakan headphone
pun juga dengan alasan yang cukup siple dan unik. Para pesepeda
Mahitala tidak mau terikat pada aturan baku bersepeda itu sendiri.
Masing-masing memiliki hak untuk menyampaikan asprasi dan menumpahkan
kreasinya di setiap jalan yang
kiranya laik untuk digilas oleh ban jenis dan ukuran apapun. Jadi
jangan sekalipun menegur mereka,"Mana helm lu?" atau "Kenapa ga pake
protactor?" atau "Ih, cuman bawa apel di kantong dan botol air...ga
safety!" Para Bandit Bike Mahitala ini ibarat naik kelasnya anggota
Mahitala ke tingkat yang sedikit lebih di atas. Jadi jangan khawatirkan
hal tersebut, karena masing-masing memahami arti keselamatan dalam berkendaraan dan yang lainnya.
Seiring
berjalannya waktu, para peminat pun kian menambah perbendaharaan
peserta setiap kali para Bandit membuat acara. Banyak wajah-wajah baru
bermunculan
dengan gayanya yang cuek seakan di jidat mereka tertulis dengan kalimat
yang di bold tebal "Sepeda aing...kumaha aing!". Lalu sering muncul
pertanyaan-pertanyaan simple misalnya," Siapa ketua Bandit?" "Gimana
caranya jadi Bandit?" Kadang kami-kami ini sering tersenyum simpul
menjawabnya. Bandit itu ga perlu ketua dan tidak akan ada ketua. Kita berjalan dengan sistem kekeluargaan sama dengan organisasi induknya, Mahitala. Lalu kalau mau jadi Bandit gimana? Ya, simple...cukup bersepeda saja dan kamu layak untuk mengaku "Saya Bandit/Banditwati loh...."
Dan
semakin
berkembangnya jaman, maka bermunculan chapter-chapter untuk menampung
keinginan dari masing-masih personal untuk mengembangkan keinginannya
mencari peluh, adrenalin, wisata kuliner dan sebagainya sambil
bersepeda. Muncullah 4 buah chapter yang sampai saat ini kerap saling bersinggungan dalam konteks untuk saling mempererat persaudaraan dan menambah jam terbang duduk di atas sadel. Mereka adalah :
1. City Boys
Adalah
kumpulan pesepeda yang berdomisili di Jabodetabek. Hobi mereka
rata-rata touring dan memilih jarak serta keragaman medan sebagai
kelebihan dalam tiap aksinya bersepeda. Jadi untuk estimasi jarak jauh,
pembagian beban dan stamina, mereka jagonya.
2. Lokal Boys
Adalah
kumpulan pesepeda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Apakah
mereka yang mengaku Lokal Boys juga mengaku Jawa Barat
sebagai tempat tempat dia berdomisili, itu dikembalikan pada
masing-masing pengaku. Dengan medan yang memiliki kontur yang bervariasi
di lingkungan mereka, menjadikan offroad dan semi onroad menjadi
kegemaran mereka bersepeda. Jadi kalau untuk short trip dan jalanan
berlumpur, mereka selalu siap.
3. Interlokal Boys
Ini
adalah chapter baru yang muncul di blantika dunia persepedahan
Mahitala. Para punggawanya adalah Anggota Mahitala yang
berada di luar Jabodetabek ataupun Bandung dst. Spesialisasi mereka
masih belum terbaca. Tetapi yang jelas, mencari tiket murah untuk datang
ke acara bersepeda Mahitala menjadi skill utama mereka.
4. Internasional Boys
Namanya masih samar-samar. Kadang ada dan lebih sering tidak kedengaran. Belum bisa diprediksi sama sekali.
Lalu bagaimana dengan Mahitala Fun Bike? Mahitala Fun Bike adalah sebuah sarana yang bertujuan untuk mengumpulkan seluruh pesepeda ataupun pengen bersepeda di Mahitala.
Dengan kejutan-kejutan tiap tahun, acara ini sudah disepakati oleh
Dewan Pengurus sebagai acara penyanding Dies Natalis Mahitala. MFB juga
disepakati bersama sebagai acara pembuka dalam rangkaian panjang Dies Natalis Mahitala
yang akan digelar selama 2 hari. Mahitala Fun Bike juga muncul akibat
kurangnya momen pesepeda Mahitala untuk berkumpul dan "beradu pantun".
Mahitala Fun Bike juga dipercaya sebagai ajang silahturahmi seluruh anggota Mahitala untuk
memperkuat nilai kebersamaan hingga sebagai ajang untuk membuktikan jati diri.
Juga tidak sedikit sebagai ajang untuk pertalian kasih dan perjodohan
kilat. Lalu bagaimana dengan dana penggerak dan hadiah doorprize yang
tiap tahun ada diundi malamnya di Dies? MFB 1 berhasil menghimpun dana
dari berbagai donatur dan sponsor. Cukup untuk membeli doorprize sepeda
fullbike dan perintilannya serta ratusan hadiah hiburan. Di MFB 2,
muncul juga donatur-donatur yang ditodong sana sini untuk membeli sepeda
fullbike sebagai hadiah dan juga ratusan hadiah hiburan (kalau tidak
salah seluruh peserta dapat hadiah hiburan di sini). Lalu bagaimanakah
dengan MFB 3? Apakah akan jadi seperti MFB 2, di mana para pesertanya
dipungut biaya keikutsertaan Rp 15.000,00 untuk menutup biaya
operasional acara? Atau
akan muncul sepeda-sepeda full bike yang lebih banyak buah karya dari
semakin banyaknya donatur-donatur serta sponsor-sponsor
yang mau terlibat mengurangi emsisi gas kendaraan bermotor? Kita lihat saja nanti. Yang jelas Mahitala Fun Bike 3 akan menghadirkan kejutan-kejutan dasyat bagi semuanya.
Akhir
kata, saya sebagai Ketua Panitia Mahitala Fun Bike III mengucapkan,
selamat berlatih, selamat bongkar tabungan buat beli sepeda, selamat
pusing cari pinjaman sepeda, selamat booking tiket pesawat, selamat
bongkar gudang buat cari sepedanya yang berkarat dan berdebu, selamat servis sepedanya yang sudah lama tidak dicumbui, selamat terbakar-membakar dan SELAMAT DATANG DI PERSIAPAN MAHITALA FUN BIKE III...
Salam Bandit Anti Korupsi,
Divisi Propaganda dan Halusinasi


No comments:
Post a Comment