Setelah berakhirnya Indifest regional Bandung, maka terbayarkanlah sedikit rasa penasaran saya mengenai The Controversial Of The Pee Wee Gaskins. Malam kemarin akhirnya saya meluncur menuju Sabuga untuk memenuhi hasrat penasaran saya. Tiba di Sabuga kira-kira pk 19.30 dan mencari tiket. Tiket Sold Out ! Di sana memang banyak calo yang menawarkan tiket. Tetapi sayang harga tiket menjadi 2 kali lipat dari harga asli Rp 25.000,00. Sambil mengambil beberapa momen-momen unik dari kamera saya, saya menyempatkan diri untuk menghubungi Lope (seorang gitaris Rocket Rockers yang kebetulan sehari sebelumya sudah saya hubungi perihal kedatangan saya). Akhirnya Lope menyuruh saya menunggu untuk dikabarkan mengenai perihal susup-menyusup ke dalam backstage. Dan akhirnya saya berhasil bertemu Lope di pintu masuk artis yang terletak di sisi berlawanan dari pintu masuk utama ke dalam Sabuga ini.
Akhirnya tiba pada kesempatan saya menyaksikan sendiri bagaimana tingkah dan aktifitas dari personil Pee Wee Gaskins itu. Apakah akan sesuai dengan yang dibicarakan orang atau ternyata orang-orang itu salah? Sepintas di waiting room untuk bintang tamu saya melihat Sansan, Omo, Aldi dan Eye tengah berbincang dengan duduk santai di lantai. Dochi entah menghilang ke mana atau mata saya yang kurang memperhatikan dia. Dan juga hilir mudik Hellcrew (crew milik Pee Wee Gaskins) yang mempersiapkan penampilan mereka yang mugkin saja tinggal hitungan beberapa band berselang. Akhirnya saya mencoba berjalan-jalan sambil mencari spot yang cocok untuk membidik kamera saya supaya menghasilkan hasil yang bisa diterima (menggunakan Nikon D70 milik Mahitala membuat saya yang pengguna Canon ini canggung setengah mati). Setelah menemukan ancer-ancer di mana saya nanti harus "menembak" maka saya kembali hunting di backstage. Tampaknya Pee Wee Gaskins sedang diwawancara oleh pihak sponsor utama, langsung saja D70 ini memuntahkan beberapa exposure untuk mengabadikan momen tersebut. Ya, lengkap ! 5 anggota Pee Wee muncul bersamaan bersama dengan Dochi. Dilihat sekilas mereka hanyalah sekumpulan remaja biasa yang bermain musik. Walau dari mata mereka terbesit sedikit kepercayaan diri (dugaan saya memang mereka harus menghadapi tekanan yang begitu besar dari para fans dan haters mereka...tapi ini proses !). Ya, benar sekali perasaan saya, mereka hanya sekumpulan anak remaja yang bersemangat dalam bermusik. Berbeda dengan perasaan hati saya ketika berjalan masuk ke dalam backstage bersama Lope. Saya dapat merasakan sosok PD yang meluap-luap dari pribadi Lope dan saya merasakan sebuah tekanan dalam hati saya bahwa saya berjalan dengan seorang rockstar (catatan : saya dan Lope adalah sobat seangkatan dalam satu fakultas dan jurusan, setidaknya saya pernah mengenal dia bukan sebagai sosok Rocket Rockers tetapi mahasiswa senasip yang mencoba menghadapi tekanan harus lulus sebelum 7 tahun...lereus teu, Pe ?).
Akhirnya saya kembali ke bibir panggung dan berputar-putar di sana untuk "menembak" beberapa bintang tamu. Sebut saja CUTS, Saint Loco dan lainnya yang memberikan performa maksimal untuk menunjukan mereka tidak kalah pamor dengan 2 bintang tamu utama dan meyakinkan kami semua bahwa tidak semua penonton di sana hanya ingin menyaksikan PWG dan RR. Tetapi mereka pantas untuk diperhitungkan. Akhirnya saya mengetahui kapan persisnya RR dan PWG main serta dipanggung mana saja (ada 2 panggung di sana, RR dan PWG akan bermain selang-seling bergantian). Beberapa kali setelah ganti personil, Mc tentunya akan hadir di tengah pergantian band. Mc selalu akan mencari tahu dan membuat "panas" venue tersebut dengan menyebutkan bintang tamu utama yang tengah di nanti-nanti. Dugaan saya tepat, lebih 3/4 dari ruangan tersebut adalah Rocket Rockfriends. Terlihat dari suara yang menggema salut serta acungan jempol ketika nama Rocket Rockers disebut. Lalu bagaimana dengan PWG ? 1 ruangan tersebut beteriak "huuuuuuuuu..." sambil beberapa jari tengah diacungkan tegak ke atas untuk mengekspresikan hati si empunya tangan. "Tampaknya akan seru malam ini !" pikir saya.
Hati saya semakin tidak sabar untuk menanti keberadaan 2 bintang tamu utama ini tampil. Di mana mungkin saya sedikit subjektif karena saya adalah pengagum RR dan sangat penasaran dengan PWG dengan semua kontrofersi yang datanya tidak akurat buat saya. Tiba akhirnya Rocket Rockers sebagai band pertama di sesi terakhir acara utama tersebut. Rasanya lagu "Bangkit" menjadi lagu pembuka mereka (sial, saya ga memperhatikan lagu mereka, tetapi kadang mulut ini ikut komat-kamit menyanyikan syair-syair lagu Rocket Rockers. Memang sedikit sulit untuk mengejar momen-momen dan mencoba memperhatikan serta menikmati sebuah pertunjukan). Ucay membuka penampilan dengan sangat baik. Serentak saja panggung dan penonton dibuat "panas terbakar" oleh aksi RR. Setelah satu lagu dilumat habis oleh RR maka saya harus bergegas untuk berjalan menyamping menuju panggung milik PWG.
Di sana Sansan dan Dochi juga tidak kalah "beringas" membuka lagu pertama di penampilan mereka. Sayang saya sama sekali tidak tau lagu mereka yang pertama. Lagu berbahasa Indonesia dan bertemakan tentang Indonesia. "Cadas, bergejolak dan enerjik", tiga kata tersebut untuk mencoba menggambarkan lagu pertama mereka. Yang aneh memang ternyata dugaan saya salah atau saya yang kurang bisa melihat massa Anti Pee Wee Gaskins (APWG) yang mungkin ada di sekitar kumpulan para penonton. Aksi pembuka PWG justru sangat meriah. Di akhir acara Dochi sempat berdialog, tapi karena saya berada di posisi yang tidak bisa mendengar apa kata Dochi, terlewatlah apa yang dibicarakan oleh Dochi. Mereka (PWG) memberikan aplause dan salute untuk parah haters mereka. Sebuah sikap yang buat saya dewasa dan profesional (setidaknya untuk di atas panggung). Mereka memberikan sebuah jempol tanda penghargaan bahkan kepada para APWG yang berusaha untuk menunjukan sebuah kaos yang bertuliskan "Dorok Dork" plesetan dari "Party Dork".(sebutan kepada fans dari PWG). Saya hanya bisa tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala melihat aksi dari APWG ini (you guys have a best haters, mannn...!).
Penampilan berikutnya kembali ke RR dengan menghajar lagu "She's My Chearleader" sebuah lagu dari album Sountrack Of Your Life yang sempat terjual seperti kacang goreng di era masa kuliah dulu. Saya mau tak mau harus bernyanyi sambil memotret, walau sedikit sulit tetapi ini adalah aktifitas yang amat sangat menyenngkan. Teringat ketika masih aktif memotret Frezia, sebuah band beraliran Dance Rock dari Jakarta, saya selalu memotret mereka sambil menyanyikan seluruh lagu yang mereka bawakan. Lautan massa kembali memanas begitu lagu ini dimainkan. Dan tidak lupa juga dengan penampilan Rockcheers dan Dorkcheers yang turut mendukung aksi mereka berdua. Cukup atraktif dan sangat menggangu saya yang memiliki ketidakbiasaan mengunakan D70 tanpa blitz untuk mengambil pose yang saya inginkan dari tiap-tiap personil.
Lalu PWG dengan Dorkcheersnya membalas dengan "Welcoming The Sophomore" yang disambut dengan liar dan enerjik oleh para Party Dork, Rocket Rockfriens dan bahkan APWG sekalipun. Saya hampir tidak melihat adanya kecaman, hinaan dan tekanan ketika lagu ini dibawakan. PWG benar-benar telah menyihir semua penonton ketika lagu ini dibawakan (kali ini saya harus mengangkat dua jempol saya tinggi-tinggi untuk PWG seperti yang sudah saya katakan sebelumnya).Banyak sekali atraksi yang sangat menarik dalam penampilan kedua band pop punk ini. Saya tidak dapat menceritakannya satu persatu secara detil dalam blog ini. Yang jelas saya sangat puas melihat penampilan mereka. Rocket Rockers semakin dewasa dalam membawakan atraksi mereka dan banyak lagi kreatifitas yang mereka tampilkan dalam perkembangan mereka selama 10 tahun "merayap" dalam dunia entertaintment. Begitu pula dengan PWG, yang menurut saya masih muda dengan perkembangan yang sangat cepat. Sayang dalam penampilan mereka, komunikasi hanya dilakukan satu arah. Akan lebih maksimal bila komunikasi dilakukan dua arah dengan penonton. Siapa tau saja dengan cara seperti itu mereka akan jauh lebih dihargai dan para haters pun mulai menipis.



Big thanks for Lowp yang telah menyusupkan saya kedalam backstage. "Keep Surfing, Sobbbb....!!!"
dan kepada Rocket Rockers serta Pee Wee gaskins yang memberikan pertunjukan yang sangat baik malam kemarin. GOOD LUCK !
Oi, oi, oi....
Audy Tanhati
No comments:
Post a Comment